nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

160 Orang Tewas Akibat Bencana Pergerakan Tanah

Oris Riswan, Jurnalis · Senin 23 Desember 2013 11:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 12 23 526 916137 NJQiXkaNK6.jpg Rumah hancur akibat pergerakan tanah di Majalengka (Dok: RCTI)

BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat ada 124 musibah pergerakan tanah di Indonesia terhitung sejak Januari hingga November 2013. Dari jumlah itu, 160 orang tewas dan 68 lainnya mengalami luka-luka.

Tak hanya menimbulkan korban jiwa, ribuan rumah rusak dan hancur. Rumah rusak tercatat sebanyak 5.555 unit, rumah yang hancur berjumlah 636 unit. Sebanyak 1.050 rumah juga terancam rusak. Sementara, jalan yang rusak terdapat di 5.896 titik.

“Itu data yang tercatat di kami sampai November tahun ini,” kata Kepala Sub Bidang Gerakan Tanah dan Gempa PVMBG, Wawan Irawan, Senin (23/12/2013).

Dari seluruh bencana pergerakan tanah di Indonesia, lanjut Wawan, Jawa Barat merupakan provinsi dengan kasus terbanyak, yakni 69 kejadian dan 48 korban tewas. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 13 kejadian dan 13 korban tewas.

Sedangkan wilayah dengan kasus pergerakan tanah paling sedikit, namun jumlah korbannya banyak adalah Papua. Di sana terdapat tiga kejadian dengan korban tewas mencapai 32 orang.

Bila dilihat dari sisi kerusakan bangunan, Sulawesi Utara merupakan yang terbanyak. Sekira 4.500 bangunan rusak, meski hanya ada dua kejadian. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan 918 unit rumah rusak.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini