nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembunuhan Massal Berlangsung di Sudan Selatan

Fajar Nugraha, Jurnalis · Selasa 24 Desember 2013 23:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 12 24 414 917064 g2AeeYMZOJ.jpg Pasukan Sudan Selatan (Foto: BBC)

JUBA - Detail baru mencuat dari konflik yang terus terjadi di Sudan Selatan. Terungkap pembunuhan massal terjadi selama kerusuhan yang telah menewaskan lebih dari 500 orang itu.

Seorang jurnalis di Ibu Kota Sudan Selatan, Juba mengaku menyaksikan pembunuhan terhadap lebih dari 200 jiwa. Sebagian besar dari korban berasal dari etnis Nuer.

Sementara beberapa orang lain di Juba mengatakan, sekelompok orang menyaksikan kelompok etnis Dinka menembaki massa di wilayah Nuer. Kekerasan antara etnis Nuer dan Dinka itu dipicu perebutan kekuasaan antara Presiden Salva Kir yang berasal dari Dinka dan mantan Wakil Presiden Riek Machar dari etnis Nuer.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (24/12/2013), Pemerintah Sudan Selatan membantah adanya kekerasan etnis dalam konflik politik di negaranya.  

Sebelumnya, Machar mengusulkan proses perundingan dilakukan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa. Namun, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir menolak permintaan Machar. Kiir ingin perundingan dilangsungkan di Sudan Selatan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon meminta jumlah pasukan perdamaian PBB di Sudan Selatan ditambah sebanyak 5.500 personil. Namun kekerasan masih terus terjadi hingga detik ini.

Sudan Selatan merupakan negara termuda di dunia. Negara tersebut memisahkan diri dari Sudan pada 2011 melalui referendum yang diawasi komunitas internasional.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini