nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Dukung Vonis Berat Artidjo untuk Koruptor

Dede Suryana, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2013 20:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 12 27 339 918446 t55dvXP0Uf.jpg Dodi Reza Alex Noerdin (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang sangat merugikan rakyat. Karena itu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dodi Reza Alex Noerdin, sepakat dengan vonis berat yang dijatuhkan untuk pelaku korupsi.

Seperti dilakukan hakim agung, Artidjo Alkostar, dalam putusan kasasi Angelina Sondakh. Artidjo memperberat hukuman Angelina Sondakh dari sebelumnya 4,5 tahun menjadi 12 tahun penjara.

“Setidaknya beliau telah memulai itu, membuat para pelaku korupsi ciut nyalinya,” kata Dodi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/12/2013).

Vonis maksimal bagi koruptor, lanjut putra Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin ini, diperlukan sebagai bentuk syok terapi berupa efek jera. Sebab, kata dia, pemberantasan korupsi tidak semata mengandalkan penindakan, namun harus dibarengi dengan terbangunnya efek jera bagi koruptor. "Saya kira memang vonis bagi koruptor harus berat,” tegasnya.

Terlebih, bila yang melakukan korupsi adalah aparat penegak hukum. Menurut Dodi, hukuman bagi penegak hukum korup, mestinya dikecualikan.

“Apalagi bila pelakunya penegak hukum yang harusnya menegakan hukum, vonisnya harus berefek jera. Entah itu duakali lipatnya dari yang normal, atau lewat perampasan aset hasil korupsinya," ujarnya.

Dia meyakini, hukuman berat akan memberi efek jera. "Kasus korupsi dan suap, mesti dikecualikan dari kejahatan lainnya. Sebab dampaknya yang luar biasa. Maka hukumannya pun mesti luar biasa," tutupnya.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini