Share

Lahir di Penjara, Cody Kejar Gelar Doktor

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Senin 30 Desember 2013 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 28 373 918684 FaKc6ilH1a.jpg Cody Stothers. (Foto: Tennessean.com)

TENNESSE - Cody Stothers lahir pada 23 Desember di rumah sakit penjara dan dibesarkan oleh neneknya yang cacat. Kondisi ini membuat Cody tumbuh penuh belas kasihan orang-orang yang peduli padanya dan tidak pernah mengharapkan hadiah ulang tahun.

Tetapi, Cody mendapatkan hadiah istimewa ketika dia berusia 22 tahun pekan ini. Mahasiswa Vanderbilt University ini diterima dalam program beasiswa penuh dual degree jenjang S-2 dan S-3. Program gelar paralel ini merupakan jalur yang harus ditempuh seseorang jika ingin menjadi fisikawan dan ilmuwan peneliti.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Cody berasal dari sebuah kota kecil, Sheridan, Arkansas. Dia berhasil menjadi mahasiswa Vanderbilt University berkat misi pendidikan yang menyasar para siswa dari daerah pinggiran dengan latar belakang bermasalah. Program yang dikenal sebagai Aspirnaut ini fokus pada sains, teknologi, teknik dan matematika. Program ini meningkatkan rasa ingin tahu anak-anak usia taman kanak-kanak, membangkitkan kesenangan meneliti pada anak usia sekolah menengah dan memberikan jalur yang lebih jelas menuju perguruan tinggi bagi para siswa SMA.

Aspirnaut didirikan oleh suami istri yang merupakan profesor di Vanderbilt University pada 2006. Ia memiliki misi sederhana. Billy Hudson, profesor biokimia yang merasakan pahitnya drop out dari SMA dan mengalami kekerasan di rumah ingin membimbing orang lain dan meneruskan bantuan yang pernah diterimanya. Aspirnaut menaruh komputer-komputer di bus sekolah yang berjalan  dari  Arkansas, kota kelahiran Hudson, hingga ke Sheridan.

Cody pun dibawa ke program itu yang membantu anak muda meningkatkan kemampuan komputer mereka. Sejak didirikan, Aspirnaut, telah beroperasi di delapan negara bagian Amerika Serikat dan sepenuhnya disokong donasi dari masyarakat.

Jika tidak karena sang nenek, Cody tidak akan pernah memasuki bus Aspirnait yang akhirnya membawanya ke Vanderbilt. Sang nenek, Frances Taylor, adalah mantan perawat. Dia menjadi cacat karena mengangkat pasien yang berat di tempat kerjanya. Frances membawa pulang Cody dari rumah sakit penjara dalam stoking seperti yang biasa digantungkan anak-anak untuk Sinterklas.

"Cody pulang pada malam natal. Dialah hadiah natal saya," kata Frances, seperti dikutip dari Tennessean.com, Senin (30/12/2013).

Frances membesarkan Cody dengan hanya mengandalkan tunjangan orang cacat senilai kurang dari USD10 ribu (Rp122,5 juta) per tahun. Dia kerap mengajak sang cucu ke perpustakaan kota, di mana buku-buku gratis.

"Nenek membuat saya mengerti bahwa jika saya ingin memiliki hidup yang berbeda dengan kebanyakan anggota keluarga saya yang miskin dan minim sumber daya, maka saya harus mendapatkan pendidikan dan pergi kuliah," papar Cody.

Cody mengaku telah mengetahui bahwa dia diterima di Fakultas Kedokteran Vanderbilt University. Tetapi dia masih menunggu pengumuman program dual-degree tersebut.

Saat ini, dia telah berpartisipasi dalam riset melalui Aspirnaut. Bulan ini, Cody dan 82 siswa lainnya terlibat dalam program penulisan bersama artikel ilmiah untuk jurnal National Academy of Sciences. Artikel tersebut menerangkan bagaimana suatu hari nanti ikatan kimia yang ditemukan oleh peneliti di Vanderbilt University dapat menjadi landasan pembuatan obat untuk kanker dan penyakit lain.

Menurut Billy Hudson, kelompok penelitiannya menemukan ikatan kimia baru pada 2009. Ikatan tersebut terbentuk di ginjal sapi.

"Lalu pertanyaan yang muncul adalah, binatang apa lagi yang memiliki ikatan ini? Dan di mana ikatan tersebut bermula? Untuk menemukan jawabannya, Anda harus melakukan penelitian panjang meliputi seluruh kerajaan hewan dan pohon kehidupan," papar Billy.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini