Share

Beda dengan Jakarta, Pemkot Aceh Larang Perayaan Tahun Baru

Salman Mardira, Okezone · Selasa 31 Desember 2013 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 31 340 919794 Z0mWVlK7zH.jpg Ilustrasi tahun baru (Foto: Feri Usmawan/okezone)

BANDA ACEH - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014. Hal berbeda dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Pemkot Aceh melarang warganya menggelar segala bentuk perayaan menyambut tahun baru 2014. Personel Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (polisi syariah/WH) pun disiagakan untuk mencegah adanya aksi hura-hura di malam pergantian tahun.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Dari Satpol PP dan WH kami kerahkan 150 personel untuk mencegah adanya perkumpulan massa, bakar mercon, dan tiup terompet dalam rangka malam pergantian tahun," kata Kepala Tata Usaha Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Reza Kamili, kepada Okezone, Selasa (31/12/2013).

Mulai sore nanti Satpol PP dan WH dibantu sejumlah personel dari Polresta Banda Aceh akan siaga di berbagai titik di ibu kota Provinsi Aceh, terutama lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpulnya massa pada malam pergantian tahun seperti di Bundaran Simpang Lima, Jembatan Pante Pirak, hingga ke depan Masjid Raya Baiturrahman.

"Termasuk juga Lapangan Blang Padang dan Pantai Ulee Lheue. Kami akan siaga dari pukul 17.00 WIB mungkin sampai pagi," ujar Reza.

Pemkot Banda Aceh sejak dua pekan lalu mengimbau kepada semua warga Kota Aceh agar tidak membuat kegiatan apa pun dalam rangka menyambut tahun baru masehi. Sebab, hal itu dianggap bertentangan dengan syariat Islam yang sedang dijalankan Provinsi Aceh.

Dalam beberapa hari ini pihaknya juga gencar merazia penjual terompet, mercon, dan kembang api. "Dalam dua hari ini ada ribuan mercon dan kembang api sudah kami sita dan sekarang berada di kantor, termasuk terompet juga," tuturnya.

Kegiatan tersebut dilakukan menyusul adanya imbauan dari Pemkot dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh yang menyatakan umat Muslim haram merayakan tahun baru masehi karena bertentangan dengan ajaran Islam.

Sebelumnya, massa sebuah ormas Islam berunjuk rasa di beberapa lokasi di Banda Aceh menyatakan dukungan kepada ulama dan Pemkot dalam melarang perayaan tahun baru masehi. Mereka meminta pemerintah memberi sanksi tegas kepada pelanggarnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini