Share

"KPK Sesumbar Tahan Anas di 2013, Hanya Tinggal Janji"

Mustholih, Okezone · Rabu 01 Januari 2014 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 01 339 920121 DfMxgkERld.jpg Anas Urbaningrum

JAKARTA - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Cilacap, Tri Dianto, mengkritik sesumbar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bakal menahan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, di penghujung 2013.

Tri Dianto menyatakan janji tersebut dipastikan hanya tinggal janji sebab hingga masuk 2014, KPK masih mengambangkan status hukum Anas Urbaningrum.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Penetapan Anas sebagai tersangka adalah blunder. Kita tahu Anas sudah hampir satu tahun jadi tersangka tapi belum juga ditahan. Janji Ketua KPK akhir tahun akan menahan Anas hanya tinggal janji," kata Tri Dianto saat dihubungi Okezone, Rabu (1/1/2014).

Tri Dianto yang dikenal sebagai loyalis Anas Urbaningrum itu mendesak pada awal tahun ini, KPK segera menentukan nasib pria yang dikaguminya tersebut. "Kalau memang ada alat bukti ya segera disidangkan kalau tidak ada alat bukti ya segera diperbaiki nama baiknya janganlah menggantung nasib seseorang dengan dalih penegakan hukum," ujarnya.

Sebelumnya, menjelang akhir tahun 2013, KPK berkoar bahwa Anas Urbaningrum bakal ditahan sebelum 2014. Namun, janji itu rontok ketika Ketua KPK, Abraham Samad, menyatakan berkas kasus Anas Urbaningrum belum selesai di atas 50 persen.

"Di dalam ketentuan konvensi KPK siapa pun yang ditetapkan sebagai tersangka pasti akan dilakukan penahanan, kapan itu, kalau pemberkasan perkaranya sudah melampaui 60 persen ke atas," kata Abraham saat pemaparan capaian kinerja KPK tahun 2013, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 30 Desember.

Di sisi lain, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, menyatakan pihaknya justru akan melakukan upaya paksa di luar penahanan terhadap Anas Urbaningrum. "Untuk AU, belum diputuskan akan ditahan, tapi dalam waktu dekat akan ada pembahasan terkait upaya paksa lain," kata Bambang di acara yang sama dengan Abraham Samad tanpa mau menjelaskan detail upaya paksa yang akan diterapkan kepada Anas Urbaningrum tersebut.

Anas Urbaningrum ditetapkan KPK sebagai tersangka, pada Jumat 22 Februari. Anas diduga menerima hadiah atau janji antara lain sebuah mobil Toyota Harrier dari perusahaan kontraktor proyek sport center Hambalang, PT Adhi Karya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini