nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang Arab di Kampung Krukut

Dede Suryana, Jurnalis · Senin 06 Januari 2014 13:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 01 06 504 922317 i0J7hAfblo.jpg Kali Krukut (Foto: Istimewa)

KAMPUNG Krukut (kini kelurahan) berada di kecamatan Taman Sari, Kotamadya Jakarta Barat. Daerah ini berbatasan dengan Kelurahan Mahpar (di Jalan Gajah Mada), kelurahan Keagungan (di Jalan Kerajinan), Kelurahan Tanah Sereal (di Jalan Tabib III), dan Kelurahan Petojo (Jalan KH Zainal Arifin). Lantas kenapa dinamakan Krukut?

Ada beberapa versi kisah mengenai asal usul kampung ini. Pertama, Krukut berasal dari bahasa Belanda yakni ‘Kerkhof’, artinya kuburan. Kampung ini pada zaman dahulu merupakan tempat pemakaman khusus untuk orang-orang pribumi.

Kedua, Krukut konon berasal dari sindiran “krokot” yang diberikan warga pribumi kepada keturunan Arab yang mendominasi kampung itu. Krokot ditujukan oleh orang Betawi kepada warga keturunan Arab yang dikenal hemat, pelit dan kikir. Krokot kemudian diganti lafal menjadi Krukut agar orang-orang Arab tidak tersinggung.

Ya. Di kampung tua yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini, memang ditempati banyak orang Arab yang berdagang ke Batavia. Letaknya yang strategis karena diapit dua sungai –Ciliwung dan Kali Cideng– menyebabkan kampung ini mudah dijangkau pedagang-pedagang yang menggunakan jalur transportasi sungai dari Bandar Jakarta menuju kampung-kampung pedalaman di Batavia.

Meski sebelumnya orang-orang Arab ini datang untuk berdagang, lama kelamaan mereka menetap dan menikahi wanita-wanita pribumi. Walhasil, keturunan Arab pun mendominasi, bahkan menyisihkan warga Betawi yang sudah sejak lama tinggal di tempat ini.

Kampung Krukut sendiri memiliki sejarah panjang dan hampir seumur dengan lahirnya kota Jakarta. Nama Kampungnya tetap bertahan sejak masa Jayakarta sampai Daerah Khusus lbukota (DKI) Jakarta. Pada masa pemerintahan Belanda, saat Batavia dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen sekira tahun 1620, Kampung Krukut diatur melalui sistim administrasi dengan tiga pemimpin Kapiten, yaitu Kapiten Arab, Kapiten Cina dan Kapiten Betawi.

Pada tahun 1905-1942 Kampung Krukut masuk wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Penjaringan (Onderdistrik Penjaringan) Distrik Batavia. Adapun kampung-kampung lain yang termasuk ke dalam Kelurahan Krukut meliputi Pacebokan, Tanah Sareal, Krukut, Petojo Ilir dan Gang Chasee/Jl. Pembangunan.

Pada 1942, pada saat pemerintahan Jepang Kampung Krukut masuk ke dalam wilayah Penjaringan Shiku. Pada tahun 1950-1964 yaitu pada masa Kotapraja Jakarta Raya Kampung Krukut masuk wilayah Kecamatan Krukut, Kawedanan Penjaringan. Tahun 1964, Kampung Krukut masuk wilayah Mangga Dua, Jakarta Pusat pada tahun 1966 Kampung Krukut masuk wilayah Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.

Diolah dari berbagai sumber

 

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini