MUI Denpasar Kecam Larangan Siswa Berjilbab di SMA

Rohmat, Okezone · Kamis 09 Januari 2014 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 09 340 923815 djADpLaF6N.jpg Ilustrasi (dok. Okezone)

DENPASAR - Peristiwa yang dialami Anita, siswi kelas XI SMAN 2 Denpasar, Bali, yang diminta pindah sekolah bila tetap ngotot mengenakan jilbab, menyita perhatian banyak pihak, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Denpasar.

Ketua MUI Kota Denpasar, KH Musthofa Al Amin, mengaku prihatin atas munculnya kasus pelarangan penggunaan jilbab tersebut. "Kami sangat prihatin, ada sebuah institusi di negeri yang berdasar Pancasila dan menjunjung hak asasi manusia, sampai sekerdil itu cara berpikirnya," tegasnya.

Apalagi, hal itu terjadi di institusi pendidikan. "Saya pikir, kita harus tunjukkan sikap kecaman kepada siapa pun, terhadap siapa saja, yang tidak menghargai hak asasi manusia," tukasnya.

Menurutnya, secara nasional tidak ada aturan yang melarang cara berpakaian seseorang, terlebih di dunia pendidikan ."Di KTP saja (jilbab) tidak dilarang, di paspor juga tidak ada larangan," imbuhnya.

Hal itu menandakan bahwa penggunaan jilbab merupakan bagian dari hak asasi manusia dan dilindungi oleh konstitusi. "Jika kemudian, ada oknum kepala sekolah yang melarang karena alasan kearifan lokal, tentunya tindakan seperti itu sangatlah berlebihan," tutupnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini