Makanan Keluarga Anas Ditolak, KPK Akan Diadukan ke Komnas HAM

Bagus Santosa, Okezone · Minggu 12 Januari 2014 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 12 339 925194 oqv4ubhqdm.jpg Ma'mun Murod Al Barbasy (Foto:Okezone)

JAKARTA -  Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) akan melaporkan perlakuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Anas Urbaningrum, terkait sikap KPK yang menolak makanan dan minuman dari luar untuk Anas selama di tahanan, ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Soal makan itu kan HAM, orang enggak boleh makan kan itu melanggar HAM. Kemungkinan besar kita akan ajukan hal ini ke Komnas HAM," kata Juru Bicara PPI Ma'mun Murod kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (11/1/2014).

Menurutnya, keluarga dan kolega Anas yang menolak memakan makanan dari KPK bukan karena gengsi, tapi lebih ke kekhawatiran dan kehati-hatian. Keluarga dan kolega Anas khawatir jika Anas akan diracun lewat makanannya.

"Karena kita berkeyakinan Anas itu dipenjarakan bukan kasus hukum murni, tapi itu politik yang dominan, karena dominan, apa saja bisa terjadi termasuk makanan," tuturnya.

Dia juga mencontohkan kasus di mana akibat pergulatan politik orang bisa dibunuh lewat racun di makanannya. Seperti Galileo Galilei, Yaser Arafat dan Munir yang semuanya mati diracun.

"Itu semua karena politik, sementara kasus Anas dominan politik, wajar kita perhatikan soal makan. Politik itu harus suuzon jangan husnuzon, kalau husnuzon itu untuk kiaya dan pendeta. Selain itu agama juga mengajarkan untuk kehati-hatian," ujarnya.

Sebelumnya Anas Urbaningrum menolak mengkonsumsi makanan dan minuman yang disediakan KPK di dalam tahanan. Keluarga Anas pun bersedia memenuhi kebutuhan pangannya. Namun, hal tersebut ditolak oleh KPK. Berdasar pada Standar Oprasional Prosedur (SOP) KPK, keluarga hanya boleh mengirimkan makanan pada jam besuk yakni Senin dan Kamis.

Anas pun terpaksa harus bersabar hingga Senin 13 Januari mendatang untuk menikmati santapan yang dibuat sang istri tercinta.

"Kami berharap KPK sedikit manusiawi. Kami yakin Mas Anas melakukan tirakat selama di penjara, namun apakah kemudian Mas Anas harus dipaksa puasa lebih panjang?" ujar Adik Kandung Anas, Anna Luthfie di Kediaman Anas, Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu 11 Januari kemarin.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini