Share

"Kalau Dosen Mogok, Kembalikan Lagi Tunjangannya!"

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Rabu 15 Januari 2014 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 15 373 926624 R0SoHexAAB.jpg Mendikbud Mohammad Nuh. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengomentari petisi dosen yang berniat mogok mengajar karena tunjangan kinerja mereka "dipangkas".

"Tidak apa-apa mengenai petisi tersebut, nanti dijelaskan. Kalau dosen mogok enggak lucu, dosen tugasnya mengajar, kalau mereka mogok ya kembalikan lagi tunjangannya, tidak usah jadi dosen," tegas Nuh, kepada Okezone, belum lama ini.

Keinginan dosen untuk mogok mengajar pada 20 Januari 2014 itu diawali oleh adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 Tahun 2013 tentang tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Perpres tersebut dinilai berbau diskriminasi bagi dosen sehingga memicu ribuan dosen Indonesia menggalang petisi yang mendesak pemerintah untuk merevisi perpres tersebut karena dianggap tidak adil. Nah, jika petisi tersebut tidak ditanggapi pemerintah, dosen di seluruh Indonesia akan melakukan mogok mengajar nasional.

Di sisi lain, mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu melanjutkan, dirinya juga sedang mengkaji agar para dosen melakukan protes karena pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mendapatkan tunjangan kinerja.

"Itu kan tidak elok. Selama ini sebelum ada tunjangan kinerja, guru dan dosen tidak pernah protes dengan gajinya mereka. Begitu ada tunjangan kinerja menjadi protes, berarti pada dasarnya mereka iri," ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya pun sudah menyampaikan perihal ini kepada para rektor jika sikap protes dosen ini tidaklah elok. Pihaknya pun berjanji akan mencarikan jalan keluar dengan cara melalui penelitian dan prestasi-prestasi dari dosen.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini