Share

Guru & Dosen Terima Gaji Dua Kali Lipat dari PNS

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Selasa 21 Januari 2014 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 21 373 929329 ZM1KUbqw8L.jpg Ilustrasi. (Foto: okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie mengatakan jika dosen dan guru menerima gaji dua kali lipat lebih banyak dari pegawai negeri sipil (PNS). Rincian dari penghasilan guru dan dosen tersebut yakni salah satunya terdiri dari tunjangan profesi satu bulan gaji.

"Penghasilannya dua kali lipat, tunjangan profesi kan satu bulan gaji. Guru dan dosen selama 12 bulan terima gaji dua kali lipat dari PNS biasa," ungkap Marzuki, saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Di sisi lain, tambah dia, tunjangan sertifikasi hanya diberikan kepada para guru dan dosen, karena memang profesi mereka dihargai. Apabila dulu statusnya karyawan, sementara sekarang menjadi profesi. "Jadi tinggal pilih saja mau yang mana, mau tunjangan kinerja atau tunjangan profesi," tambah dia.

Dia menambahkan, PNS di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diakui tidak mendapat tunjangan sertifikasi. Ucapannya tersebut terkait dengan kebijakan Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 Tahun 2013 tentang tunjangan kinerja pegawai di lingkungan Kemendikbud.

Peraturan tersebut bagi para dosen dinilai sangat diskriminatif, karena bunyi pasal 3 ayat (1) poin (f) dijelaskan bahwa guru dan dosen dikecualikan untuk mendapatkan tunjangan kinerja.

"Tunjangan sertifikasi hanya untuk profesi, yaitu profesi guru dan dosen, pegawai Kemendikbud tidak dapat," lanjut dia.

Lebih lanjut, tambah dia, andaikan guru dan dosen menuntut untuk mendapat tunjangan kinerja, bisa saja nanti pegawai Kemendikbud menuntut juga untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

"Kalau pegawai Kemendikbud bukan profesi, kecuali kalau Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah dijalankan bentuknya bagaimana, apakah masih tunjangan kinerja ataukah tunjangan profesi juga, nanti kita lihat aturan pelaksanaannya," ucapnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini