nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lokasi Pergeseran Tanah di Puncak Pas Cianjur Meluas

Ricky Susan, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2014 18:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 01 24 527 931357 qAAtE3OAeV.jpg Tanah di pinggir Jalan Raya Puncak retak (Foto: Ricky Susan/Koran Sindo)

CIANJUR - Bencana pergeseran tanah di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meluas. Sedikitnya ada 150 KK atau lebih dari 500 jiwa yang mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suhara, mengatakan, pihaknya siap merelokasi warga apabila diperlukan.

Menurut Asep, relokasi warga ke tempat yang lebih aman tersebut sudah direncanakan sejak tahun lalu. “Tahun lalu disarankan untuk direlokasi, tapi permasalahannya, warga ingin tetap tinggal di daerah tersebut,” terangnya, Jumat (24/1/2014).

Selain itu, BPBD mengaku kesulitan menanggung biaya yang harus dikeluarkan. “Biaya untuk relokasi satu rumah itu maksimal Rp15 juta, sedangkan warga tidak mungkin punya rumah yang baru dengan nilai uang sebanyak itu. Apalagi harga tanah sekarang lumayan mahal,” terangnya.

Sementara itu, Senior Geologist Badan Geologi dan Vulkanologi, Herry Purnomo, mengatakan, kondisi tanah di kawasan Puncak sudah tidak layak dijadikan permukiman. Namun, ia mengakui banyak pertimbangan untuk merelokasi penduduk.

“Dari tahun lalu kami sudah merekomendasikan untuk merelokasi penduduk setempat, tapi warga menganggap bahwa relokasi akan menghilangkan mata pencahariannya. Selain itu, pemerintah juga kesulitan dengan anggaran yang akan dikeluarkan,” tuturnya.

Sesuai data Badan Geologi, ada sekira 100 hektare lahan yang masuk kategori merah di daerah tersebut. Wilayah tersebut mulai Puncak Pas hingga Tugu Botol Kecap Ciloto.

“Longsoran bisa terjadi karena struktur tanah yang rapuh. Terjadi akumulasi air hujan yang mengakibatkan masa berat tanah bertambah,” terangnya.

Herry menilai, bukan hanya permukiman penduduk yang harus direlokasi, namun bangunan seperti hotel, vila, restoran, di daerah tersebut terancam keadaanya.

“Kalau bangunan tersebut masuk pada zona merah atau zona bencana, maka bangunan tersebut harus segera dipindahkan. Tetapi secara detail akan kami lakukan pemetaan dulu,” paparnya.

Selain itu, tambah dia, kendaraan berat juga menyumbang pergeseran sehingga menyebabkan beban tanah semakin bertambah. Salah satu cara untuk meminimalisasi dengan difungsikannya jalur Puncak Dua.

“Di bagian jalan daerah tersebut sebenarnya sudah ada retakan, apalagi kalau turun hujan secara terus menerus dan sering dilewati kendaraan. Sebenarnya jalan Puncak itu sudah bahaya untuk dilewati kendaraan berat yang dapat menambah beban jalan menjadi bertambah," terangnya.

Sementara itu, retakan tanah di Puncak Pas terus bertambah. Sedikitnya 20 rumah rusak berat akibat pergeseran tanah. Bahkan, pergeseran kini sudah menjalar hingga perbatasan di Kabupaten Bogor. Bangunan kios di pinggir jalan ambruk.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini