Komplotan Penjambret di Bandung Ditangkap, 1 Ditembak

Tri Ispranoto, Okezone · Selasa 28 Januari 2014 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 28 526 932907

BANDUNG - Petugas Unit Reskrim Polsekta Bandung Wetan berhasil membongkar jaringan jambret yang kerap beraksi di beberapa lokasi di Kota Bandung, Jawa Barat.

Polisi berhasil menangkap enam pelaku, satu di antaranya harus dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kanannya.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi, menjelaskan, enam pelaku tersebut adalah Dadang Budiawan alias Bako, Beri Suryadi alias Abey, Adam Dani Nugraha alias Benuy, Vikry Septian alias Ebow, Gita Kurniawansyah alias Saprol, dan Ira Sunandar alias Kontol.

Selain itu, ada tiga orang lainnya yang masih diburu.

“Ketua kelompoknya, Bako, terpaksa kami tembak karena saat ditangkap berusaha melawan anggota,” kata Mashudi di Mapolsekta Bandung Wetan, Selasa (28/1/2014).

Ia menambahkan, penangkapan bermula dari penjambretan tas seorang perempuan di Jalan Riau pada 10 Januari 2014. Ciri pelaku menggunakan motor Kawasaki KLX warna hitam.

Dari situ, tim dari Unit Reskrim Polsekta Bandung Wetan melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap orang dengan ciri-ciri yang sama.

Akhirnya, pada 24 Januari 2014 anggota kembali melihat sosok mencurigakan yang juga mengendarai Kawasaki KLX hitam melintas di Jalan Riau. Saat diintai kedua pelaku yang berboncengan tersebut sempat melakukan dua kali penjambretan, namun kedua aksinya gagal.

“Di saat itu, pelaku masuk ke SPBU Jalan Riau. Di sana anggota meringkus kedua pelaku yang bernama Dadang dan Beri. Saat dinterogasi, keduanya mengakui telah melakukan beberapa kali penjambretan, termasuk menjambret tas seorang ibu pada 10 Januari lalu,” paparnya.

Dari hasil pengembangan, pihaknya berhasil mengamankan empat tersangka lainnya, salah satunya ditembak di bagian kaki, Dadang Budiawan alias Bako. Ia merupakan ketua komplotan jambret tersebut.

“Jadi mereka ini sudah ada sekira delapan TKP di wilayah hukum Polsek Bandung Wetan, Lengkong, Coblong, dan Antapani. Setiap kali beraksi mereka selalu berganti pasangan,” terangnya.

Dari penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa paket ganja kecil. “Ganja itu tidak diperjualbelikan tapi mereka konsumsi sendiri agar tambah berani dan percaya diri," tuturnya.

Pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti, yakni empat motor, beberapa unit telefon genggam, dan alat pemukul yang digunakan untuk melumpuhkan korbannya.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 365 KUHP mengenai Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini