nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Penelitian PVMBG soal Pergeseran Tanah di Gunung Masigit

Oris Riswan, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2014 16:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 02 04 527 935966 B7O2eYEaUx.jpg Rumah di Cikalong nyaris ambruk akibat pergeseran tanah (Dok: Yuwono/Sindo TV)

BANDUNG - Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selesai meneliti lokasi pergeseran tanah di Kampung Cikalong, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kepala Bidang Mitigasi Bencana, Gempa Bumi, dan Gerakan Tanah PVMBG, Gede Suantika, mengatakan, kemiringan kawasan tersebut berkategori landai dan agak terjal.

“Kemudian penyusunan (material tanah) di situ secara geologis disebut formasi rajamandala yang kandungan bagian atasnya batu gamping, lalu bagian bawahnya (tanah) lempung,” kata Suantika di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/2/2014).

Menurut dia, tanah bagian atas mengalami pelapukan berat. Sedangkan kandungan tanah lempung menjadi lembek ketika musim hujan. Sehingga, ketika terjadi hujan lebat, kemungkinan longsor sangat tinggi.

“Berdasarkan potensi gerakan tanah yang kami buat, daerah itu masuk kategori menengah sampai tinggi,” ungkapnya.

Kawasan itu juga bertipe gerakan tanah cepat. Kondisi itu diperparah dengan tata guna lahan yang kurang tepat. Drainase di sana juga kurang baik. Ada juga beberapa faktor lain yang membuat tanah di kawasan sekitar rawan atau berpotensi tinggi bergeser.

PVMBG lalu mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah setempat dan BPBD. Warga yang rumahnya sudah rusak direkomendasikn untuk direlokasi. Sedangkan warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan direkomendasikan mengungsi saat terjadi hujan deras.

Drainase di sana juga harus kedap air atau dialirkan ke tempat lain. “Kami juga merekomendasikan untuk dilakukan penghijauan kembali di sana dengan menanam pohon-pohon berakar kuat,” tuturnya.

Sementara untuk penambangan batu di lokasi, PVMBG tidak mengeluarkan rekomendasi penutupan. “Tidak ada rekomendasi untuk penambangan karena itu jauh ke permukiman penduduk,” ujarnya.

Terkait bencana pergeseran tanah di sana, PVMBG mencatat ada sekira 20 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, 22 rumah rusak ringan, serta 62 rumah terancam.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini