nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Lokasi Rawan Pergerakan Tanah & Banjir Bandang di Jabar

Oris Riswan, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2014 13:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 02 05 527 936331 F93eMF6X3W.jpg Ilustrasi pergeseran tanah di Majalengka (Foto: Okezone)

BANDUNG - Hampir semua wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami bencana pergeseran tanah dan banjir selama Februari 2014, baik levelnya menengah maupun tinggi. Penyebabnya curah hujan di atas normal.

“Gerakan tanah ini bisa terjadi jika curah hujan tiga hari dengan intensitas tinggi. Bisa juga durasi hujan sepekan tapi intensitas menengah. Itu (memungkinkan) terjadi longsor,” jelas Kepala Bidang Mitigasi Bencana, Gempa Bumi, dan Gerakan Tanah PVMBG, Gede Suantika, Rabu (5/2/2014).

Sebagai langkah antisipasi, lanjut dia, PVMBG melakukan sosialisasi ke masyarkat dan unsur pemerintahan. PVMBG juga memuat daftar kawasan rawan pergeseran tanah melalui situs resminya, yaitu www.vsi.esdm.go.id.

“Di website kami juga ada peta sebaran (rawan pergerakan tanahnya),” tambahnya.

Selain itu, PVMBG juga menyampaikan peringatan kepada pemerintah daerah agar melakukan langkah antisipasi sedini mungkin. Antisipasi bisa dilakukan dengan mengungsikan atau merelokasi warga.

“Kami hanya memberikan warning. Selanjutnya itu kewenangan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dilansir dari situs resmi PVMBG, potensi gerakan tanah itu ada di semua kabupaten dan kota. Tidak hanya itu, ada juga beberapa daerah yang berpotensi mengalami banjir bandang.

Berikut lokasi kawasan rawan pergeseran tanah dan banjir bandang di Jawa Barat:

1. Kabupaten Bogor ada di 23 titik, di antaranya Ciawi, Ciomas, dan Sukamakmur.

2. Kota Bogor bagian selatan, potensi gerakan tanah menengah.

3. Kabupaten Sukabumi ada di 33 titik, di antaranya Parakansaat, Cisolok, dan Cibadak.

4. Kota Sukabumi bagian barat dan timur, potensi gerakan tanah menengah.

5. Kabupaten Cianjur ada di 26 titik, di antaranya Kadupandak, Pacet, dan Sukaresmi.

6. Kabupaten Bandung ada di 24 titik, di antaranya Kertasari, Arjasari, Pangalengan, dan Cimaung.

7. Kota Bandung ada di 10 titik, di antaranya Cidadap, Cibeunying Kaler, dan Coblong.

8. Kota Cimahi bagian utara dan tengah.

9. Kabupaten Bandung Barat ada 15 titik, di antaranya Cililin, Rongga, dan Gununghalu.

10. Kabupaten Garut ada 45 titik, di antaranya Pakenjeng, Cikelet, Talegong, dan Cisompet

11. Kabupaten Karawang ada di dua titik, yaitu Pangkalan dan Telukjambe.

12. Kabupaten Purwakarta ada 11 titik, di antaranya Sukatani, Plered, dan Darangdan.

13. Kabupaten Subang ada sembilan titik, di antaranya Cijambe, Sagalaherang, dan Kalijati

14. Kota Bekasi di Cibarusah.

15. Kabupaten Sumedang ada 27 titik, di antaranya Jatigede, Cibarusah, Wado, dan Situraja.

16. Kota Tasikmalaya ada tujuh titik, di antaranya Indihiang, Kawalu, dan Cibeureum.

17. Kabupaten Tasikmalaya ada 28 titik, di antaranya Sukaraja, Pancatengah, Manonjaya.

18. Kota Banjar ada empat titik yaitu Banjar, Purwaharja, Langensari, dan Pataruman.

19. Kabupaten Pangandaran ada delapan titik, di antaranya Kalipujang, Cijulang, dan Cimerak.

20. Kabupaten Ciamis ada 21 titik, di antaranya Sukadana, Panawangan, dan Lakbok.

21. Kabupaten Majalengka ada 14 titik, di antaranya Talaga, Maja, dan Argapura 22. Kabupaten Kuningan ada 20 titik, di antaranya Cilimus, Selajambe, dan Cidahu.

23. Kabupaten Cirebon ada 13 titik, di antaranya Karangsembung bagian selatan, Lemahabang bagian selatan, dan Harjamukti.

24. Kota Cirebon ada tiga titik yaitu Kesambi, Kota Cirebon bagian barat, dan Kota Cirebon bagian Selatan.

25. Kabupaten Indramayu ada dua titik yaitu CIkedung bagian barat daya dan Haurgeulis bagian selatan.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini