14 Parpol Ikrar Pemilu Damai, Partai Nasional Aceh Boikot

Salman Mardira, Okezone · Jum'at 07 Februari 2014 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 07 340 937456 Oichg9aGDO.jpg Pemimpin & pengurus partai politik di Aceh berikrar pemilu damai (Salman/Okezone)

BANDA ACEH - Sejumlah partai politik nasional maupun lokal peserta pemilu 2014 mendeklarasi ikrar bersama, untuk mewujudkan pemilu yang damai di Provinsi Aceh pada 9 April nanti. Partai Nasional Aceh (PNA) menolak hadir dalam acara yang berlangsung di Aula Serba Guna Mapolda Aceh itu.

"PNA tidak hadir karena mereka berhalangan dan masih berbela sungkawa atas meninggalnya seorang kader terbaik mereka di Aceh Utara (Juwaini-red)," kata Kapolda Aceh Irjen Herman Effendi selaku inisiator acara, Jumat (7/2/2014).

Diwakili pimpinan dan pengurus partai politik masing-masing, mereka kompak membacakan janji dan menandatangani prasasti yang berisi enam butir ikrar pemilu damai. Pembacaan ikrar dipimpin anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Fauziah.

Isi ikrar itu antara lain, akan menjunjung tinggi tinggi kejujuran, keadilan, kedamaian, menjaga persatuan dan kesatuan, serta nilai demokrasi dalam pemilu. Tidak melakukan kekerasan, intimidasi, perusakan, pembakaran. Saling menghormati sesama peserta pemilu, menerima segala hasil pemilu, dan menyampaikan segala isi ikrar ini kesemua kader partai politik.

Ikrar itu disaksikan seluruh unsur Muspida Aceh, Panwaslu Aceh, KIP Aceh, kalangan akademisi, ulama, tokoh budaya, kalangan lembaga sipil dan mahasiswa.

Peserta pemilu yang hadir dalam deklarasi ikrar damai itu adalah PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selanjutnya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Daulat Aceh (PDA) dan Partai Aceh.

Herman mengatakan, pemilu 2014 di Aceh terdapat banyak potensi kerawanan dari setiap tahapannya. "Polda Aceh bekerjasama dengan KIP Aceh sepakat untuk menggelar ikar deklarasi pemilu damai," katanya dalam sambutan.

Diharapkan dengan deklarasi ikrar ini, lanjut dia, pemilu di Aceh bisa berjalan tertib, aman dan bermartabat. "Tujuan dan hasil dari ikrar pemilu damai ini untuk terciptanya komunikasi yang kondusif antara sesama peserta pemilu dan pemangku kepentngan," ujarnya.

Sementara Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi optimistis pemilu 2014 berjalan damai dan demokratis. Dia merujuk kepada beberapa pemilu di Aceh, sejak masa Darurat Militer pada 2004, kemudian paskadamai yang tetap sukses walau banyak pihak sebelumnya meragukannya.

"Pemilu tertib dan aman akan melahirkan anggota parlemen yang berkualitas," ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta semua peserta pemilu untuk tidak menggunakan kekerasan dalam meraih kemenangan, melainkan tetap menjaga perdamaian yang sudah bersemi di Aceh.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini