Partai Aceh Bantah Kadernya Aniaya Ketua PNA

Salman Mardira, Okezone · Jum'at 07 Februari 2014 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 07 340 937575 ep5C2Kb2wb.jpg Ilustrasi penganiayaan (Foto: Dok okezone)

BANDA ACEH - Partai Aceh (PA) membantah tuduhan bahwa kadernya melakukan penganiayaan hingga menewaskan Juwaini (47). Partai lokal itu mempersilakan polisi mengusut kasus kematian Ketua Partai Nasional Aceh (PNA) Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara tersebut.

Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan, kasus ini tak ada kaitannya dengan partai dipimpinnya.

“Sebenarnya bukan kader PA ya (pelakunya). Saya ingin meluruskan di sini,” katanya ketika ditanya wartawan seusai acara Deklarasi Ikrar Pemilu Damai di Mapolda Aceh, Jumat (7/2/2014).

Bantahan itu disampaikan menyusul tudingan dari PNA bahwa Juwaini tewas akibat dianiaya kader PA. Juru Bicara Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PNA, Munazar Liza Zainal, sebelumnya mengatakan, alasan kadernya dianiaya adalah karena yang bersangkutan dituduh menurunkan bendera PA.

Muzakir menolak jika kematian Juwaini disebut penganiayaan. Menurutnya Juwaini  semula diketahui telah menurunkan dan merusak umbul-umbul serta bendera PA di Kuta Makmur, selanjutnya terjadilah perkelahian di lokasi.

Masyarakat sekitar dan simpatisan PA meleraikan perkelahian itu, sembari meminta agar Juwaini cs tidak lagi menurunkan atribut-atribut PA. “Kalau dia mampus bukan urusan kita. Itu kehendak Tuhan, Ia yang telah mencabut nyawanya,” tukas Muzakir.

“Saya katakan di sini, PA bukan keramat bukan malaikat, tapi kita di sini sudah kita tengok dua kali. Yang sifat agresif begitu kepada kita, maka Tuhan mengambil tindakannya lah. Mungkin Tuhan masih bersama dia,” lanjut Wakil Gubernur Aceh itu.

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu meminta semua pihak untuk tidak memvonis partainya setiap kali ada aksi kekerasan. “Jangan selalu memvonis kepada kita (PA-red), karena kita selalu teraniaya sejak 2009 dulu,” tuturnya.

Dia mengaku selalu menginstruksikan kepada kader-kadernya agar tetap taat aturan dan tidak mengganggu partai lain. Dia siap memberi sanksi jika ada melanggar.

Muzakir mempersilakan polisi untuk menangani kasus kematian Juwaini, yang juga salah satu anak buahnya ketika masih aktif bersama GAM. Jika ada kader PA yang terbukti terlibat, silakan dihukum. “Silakan polisi ambil tindakan yang tegas,” pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini