Share

Menengok Panti Tunanetra Tertua & Terbesar di Indonesia

Oris Riswan, Okezone · Rabu 12 Februari 2014 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 12 528 939657 Qxdc096NMv.jpg Panti Tunanetra Wyata Guna (Foto: Oris/Okezone)

BANDUNG - Terletak di Jalan Padjadjaran, Kota Bandung, Jawa Barat, berdiri Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna Bandung. Tempat itu adalah panti tunanetra tertua dan terbesar di Indonesia. Dibangun di era penjajahan Belanda pada 1901, luas areal Wyata Guna mencapai 4,5 hektare.

Suhendar, Humas Wyataguna, mengatakan, bangunan tersebut didirikan oleh dokter mata asal Belanda bernama Cha Westhoff. “Saat itu dia merasa prihatin dan memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib kaum pribumi saat itu yang buta,” jelas Suhendar.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Semula, tempat itu diberi nama Yayasan Rumah Buta Bandung. Para penghuni panti diberi berbagai pelatihan, di antaranya pelatihan membuat anyaman, keset, dan berbagai keahlian lain.

”Sehingga meskipun buta, mereka punya kemampuan agar bisa hidup mandiri ketika keluar dari sini,” ungkapnya.

Pada 1942, atau saat pendudukan Jepang, Yayasan Rumah Buta Bandung diambil alih Pemerintah. “Saat dikelola Jepang, sistem pengelolaannya tidak jauh berbeda seperti saat zaman pendudukan Belanda,” ucapnya.

Selanjutnya, pada 1945 hingga 1963, Yayasan Rumah Buta Bandung diserahkan pengelolaannya kepada warga pribumi. Pada 1963, pengelolaannya kemudian diserahkan ke Departemen Sosial dan berganti nama menjadi Wyata Guna.

”Wyata Guna itu artinya wadah atau tempat yang berguna. Harapannya ketika keluar dari sini mereka yang belajar di sini menjadi lebih berguna,” terangnya.

Dari 1963 hingga kini, pengelolaan Wyata Guna beberapa kali berpindah tangan. Kini, PSBN Wyata Guna dikelola Kementerian Sosial RI Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Wyata Guna sendiri diyakini sebagai salah satu panti tunanetra terbesar di Asia Tenggara.

”Berdasarkan pengakuan beberapa narasumber dari luar negeri katanya ini terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara,” ujarnya.

Wyata Guna memiliki tugas memberikan bimbingan, pelayanan, dan rehabilitasi bagi para penyandang cacat netra.

Gedung Wyata Guna memiliki berbagai sarana dan prasarana, di antaranya sarana pendidikan dan keterampilan, poliklinik, auditorium, panti pijat shiatsu, asrama, hingga sarana keterampilan dan olahraga.

”Di sini ada dua jenis pendidikan, yaitu formal dan nonformal,” tuturnya.

Untuk pendidikan formal, ada sekolah setingkat SD hingga SMA. Sedangkan untuk pendidikan nonformal ada beberapa pelatihan, mulai dari pelatihan pijat, kursus Alquran braile, hingga kelas musik.

Wyata Guna dampat menampung 250 orang untuk semua jenis pendidikan formal dan nonformal. Sebagian di antara mereka bahkan tinggal di asrama.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini