nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto dan Kisah Patung Harimau Brigif 9 Jember

Awaludin, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2014 06:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 02 13 521 940049 Yz2fS9NfQc.jpg Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo saat berada di kampung kumuh Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)

JEMBER - Capres dan Cawapres dari Partai Hanura, Wiranto–Hary Tanoesoedibjo (WinHT), mengunjungi Jember, Jawa Timur, Rabu 12 Februari. Keduanya menghadiri temu ramah WinHT dengan wiraswasta dan nasabah Bank BPR se-Kabupaten Jember di Hotel Bandung Permai Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Wiranto yang pernah menjabat sebagai komandan Brigif 9 Jember tampak bernostalgia. Wiranto mengisahkan bagaimana dia pertama kali ditugaskan di Jember.

Saat itu, kata Wiranto, Brigif 9 Jember sering diplesetkan menjadi Brigif Sambilan, karena selalu tertinggal dengan satuan lain dalam perlombaan-perlombaan antar-satuan.

Melihat kondisi ini, Wiranto mulai membenahi satuan yang saat itu berasal dari satuan Jawa Timur, Brawijaya. Dia mengisahkan bagaimana mengganti sebuah patung macan putih di depan markas mereka saat itu.

"Di depan ada patung macan putih, namun tidak jelas mulai dari bentuk dan warnanya. Saya mikir mungkin patung macan ini biang masalahnya," ujar wiranto disambut tawa undangan.

Untuk itu, dia berkeliling kota Jember untuk mencari bentuk patung macam yang benar-benar macan, dan akhirnya dia mendapatkan patung tersebut dari seorang warga dan kemudian dipindahkan ke depan markasnya.

"Diangkatlah patung tersebut, kemudian di cat dengan warna putih yang lebih baik. Kalau di sinar cahaya seperti menyala, jadilah macan putih beneran, bukan macan yang nggak jelas bentuknya," ujarnya.

Sejak saat itu mulailah kesatuan ini ditempa, berlatih tekun hingga akhirnya menjadi disegani. Buktinya, kata Wiranto, dari Brigif 9 Sudah melahirkan dua Panglima TNI dan bahkan kepala BIN.

"Pelajarannya adalah yang tadi orangnya dianggap remeh, namun kalau berjuang tekun pasti akan bisa. Begitu juga bangsa kita, untuk mengubahnya butuh pemimpin yang punya niat mengubah," ujarnya.

Sementara Cawapres Hanura, Hary Tanoesoedibjo dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa dirinya optimis Indonesia bisa berubah menjadi negara yang besar.

"Bukan mustahil Indonesia bisa jadi negara nomor 5 Besar Dunia jika dikelola dengan benar," ujarnya.

HT juga menyoroti perkembangan ekonomi Indonesia saat ini, yang paling memprihatinkan, kata dia ketimpangan sosial yang semakin melebar. "Masyarakat menengah atas kita tumbuh, namun masyarakat bawah tetap jalan di tempat," terangnya.

Usai berdialog dengan pelaku usaha, Wiranto dan HT melanjutkan kegiatannya menjadi pembicara kuliah umum yang digelar oleh Unversitas Jember.

Di sini kedua tokoh ini memotivasi ratusan mahasiswa, membangkitkan kepercayaan diri dan optimisme generasi muda tentang masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Generasi muda kita banyak, kita hanya perlu mendorongnya untuk lebih produktif, sehingga mampu menjadi kekuatan ekonomi yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan," ujar Hary.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini