Butuh 1.000 Tenaga Kerja, Pertamina Jemput Bola SDM

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Kamis 20 Februari 2014 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 20 373 943812 uLYFSYLd8u.jpg UI Career & Scholarship Expo. (Foto: Marieska Harya/Okezone)

DEPOK - PT Pertamina dan perusahaan batu bara, Kideco, menjadi beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam UI Career & Scholarship Expo ke-17 kalinya yang berlangsung pada 20-22 Februari 2014 di Balairung UI, Kampus, Depok.

VP Operation SDM Pertamina Setyo Wardono mengatakan, melalui ajang tersebut pihaknya berharap tak hanya merekrut tenaga kerja yang terbaik, namun kegiatan ini penting sebagai jembatan bagi industri, dengan elemen masyarakat, dan perguruan tinggi. Pertamina, lanjutnya, adalah sebuah perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional.

"Setiap tahun Pertamina butuh tenaga kerja baru 1.000 orang dengan beragam tingkat pendidikan dan jurusan. Selain melakukan rekrutmen internal, kami juga menjemput bola lewat kegiatan seperti ini. Agar mendapatkan tenaga handal, dan sesuai kebutuhan perusahaan," ungkapnya di Balairung UI, Kamis (20/2/2014).

Setyo memaparkan, sistem rekrutmen di Pertamina dilakukan secara transparan, fair, dan hampir standar dengan perusahaan lainnya. Syarat utama yakni melalui pendaftaran via website.

"Lalu ada seleksi administrasi, dan tes psikologi. Setelah itu tes bahasa Inggris. Interviews dari user, dan medical check up, interview top managemen oleh direktur Pertamina. Prosesnya 54 hari kerja, memang cukup lama dan sering terjadi juga, kandidat sudah dapat job atau diterima di tempat lain, dan kami tak bisa menahan calon yang sudah bekerja di tempat lain," paparnya.

Hal senada dikatakan perwakilan perusahaan batu bara Kideco Jaya Agung, Abdul Hakim. Meski sektor batu bara sedang dalam kondisi pemasaran yang lesu, pihaknya tetap mampu dan membutuhkan tenaga kerja handal.

"Target produksi meningkat, support dari kabupaten kota propinsi, dan target kami produksi capaian 100 persen, tahun ini 40 ribu juta matik ton batu bara, tahun depan 55 juta. Karena itu kami perlu tenaga kerja yang muda dan profesional," tuturnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini