IPK Jelek, Bidikmisi Dihentikan

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Jum'at 21 Februari 2014 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 21 373 944545 46Dw4lLeKN.jpg Mendikbud M Nuh menemui mahasiswa penerima Bidikmisi. (Foto: dok. Kemendikbud)

JAKARTA - Memenuhi kriteria dan persyaratan menjadi mahasiswa Bidikmisi adalah langkah pertama. Langkah selanjutnya setelah mendapatkan bantuan studi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah mempertahankan prestasi akademik.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Idrus A Paturusi menjelaskan, mahasiswa penerima Bidikmisi harus mempertahankan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) agar tetap baik. Jika nilai IPK mereka merosot, maka beasiswanya akan dihentikan.

"Hal tersebut dilakukan supaya merangsang mereka untuk belajar dengan serius," kata Idrus, seperti disitat dari laman Kemendikbud, Jumat (21/2/2014).

Persyaratan mempertahankan IPK ini diterapkan selama satu tahun. Jika pada semester ini mahasiswa penerima Bidikmisi mengantongi IPK buruk tetapi bisa dia perbaiki pada semester berikutnya, maka dia masih bisa mendapatkan beasiswa. Sebaliknya, jika tidak ada perubahan, bahkan prestasinya menurun, maka Bidikmisinya dihentikan.

Ketentuan ini terbukti memotivasi penerima Bidikmisi untuk terus serius belajar. Hasilnya, belum lama ini di Unhas ada mahasiswa penerima Bidikmisi yang lulus dengan IPK 4,00. Mahasiswa Fakultas Agrikultural itu lulus dalam waktu tiga tahun sembilan bulan.

"Saya juga lihat rata-rata mahasiswa memenuhi kriteria dengan minimum IPK 2,75," katanya.

Bidikmisi merupakan program Kemendikbud dalam membantu para mahasiswa tidak mampu namun berprestasi yang berminat masuk PTN. Tidak hanya membebaskan para mahasiswa penerima Bidikmisi dari keharusan membayar SPP, mereka juga mendapatkan uang saku Rp600 ribu per bulan.

Menurut Idrus, program ini menjadi solusi atas permasalahan ekonomi para calon mahasiswa. Sebelumnya, banyak mahasiswa bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Ini adalah kondisi yang sangat sulit bagi mereka.

"Semoga bidik misi ini dapat terus ada," harapnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini