nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap Tiga Pengedar Ganja yang Dikendalikan dari Lapas

Tri Ispranoto, Jurnalis · Senin 24 Februari 2014 10:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 02 24 526 945473 5agPZMbocr.jpg Ilustrasi penangkapan (Foto: Feri U/okezone)

BANDUNG - Badan Narkotik Nasional Provinsi (BNNP) Jabar meringkus tiga orang pria sindikat pengedar ganja di Kabupaten Bandung Barat. Selain menangkap ketiganya, petugas juga menyita barang bukti sejumlah paket ganja siap edar.

Kabid Pemberantasan BNNP Jabar, AKBP Dicky Sapta, menjelaskan, ketiga tersangka berinisial S (29), BS (22), dan ON (32). Selain mengedarkan, mereka juga mengonsumsi ganja yang mereka miliki.

Dari hasil penyelidikan, ketiga orang yang berdomisili di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, ini mengedarkan ganja ke beberapa kawasan di Kabupaten Bandung Barat dan juga Kota Cimahi.

“Awalnya kita tangkap S di rumahnya Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar dengan barang bukti tiga paket ganja, satu HP, dan 101 butir trihexyphenidylm,” jelasnya kepada wartawan, Senin (24/2/2014).

Dari situ, petugas mengembangkan dan menangkap BS dengan barang bukti satu paket ganja, satu HP, dan tujuh lembar bukti transfer rekening. Terakhir petugas meringkus ON dengan barang bukti satu paket ganja, satu HP, dan satu jaket untuk menyimpan ganja.

"Kami menduga tiga pengedar ganja tersebut dikendalikan seorang napi di dalam penjara," ucapnya.

Menurut Dicky, pemesan ganja berkomunikasi melalui telefon dengan seorang napi di penjara. Konsumen dan pengedar mentransfer uang via rekening, setelah diterima napi itu mengarahkan ketiga tersangka untuk mengirim pesanan kepada konsumen.

Dia mengaku belum bisa membeberkan lebih lanjut siapa dan di mana napi tersebut kini mendekam. Pasalnya hal itu berkaitan dengan pengembangan yang tengah dilakukan BNNP Jabar.

“Mohon maaf kita belum bisa sampaikan. Saat ini kita sedang mendalami dan melakukan penyelidikan terhadap para napi yang ‘bermain’ (narkoba) didalam penjara,” tukasnya.

Akibat perbuatannya, ketiga tesangka dijerat dengan UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika yang ancaman hukuman maksimalnya hingga 20 tahun penjara.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini