Share

Ada yang Aneh di Kantor Pemenang Tender Bus Transjakarta

Aisyah, Okezone · Rabu 26 Februari 2014 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 26 500 946614 jRnGG5zW4W.jpg Foto: Aisyah (Okezone)

JAKARTA – Salah satu perusahaan pemenang tender Bus Transjakarta, PT Ifani Dewi, membuat masyarakat bertanya-tanya akan latar belakang perusahaan, serta bentuk dan lokasi bisnisnya. Mengingat, perusahaan tersebut mendapat amanat untuk menggarap proyek senilai ratusan miliar.

Apakah perusahaan tersebut memiliki lantai berpuluh-puluh hingga bisa memenangkan pengadaan empat jenis pengadaan Bus Transjakarta? Apakah perusahaan tersebut memiliki pegawai yang menggunakan jas berdasi rapi serta berambut klimis?

 

Saat Okezone mencoba melakukan penelusuran, Selasa (25/2/2014), rupanya lokasi tempat perusahaan sulit ditemukan. Awalnya, menurut informasi yang diperoleh dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), PT Ifani Dewi tercatat memiliki alamat di Jalan Tebet Barat Dalam Raya Nomor 153 A, Jakarta Selatan. Saat dilakukan pencarian langsung ke lapangan, ternyata nomor 153 A tidak tercatat di wilayah Jalan Tebet Barat Dalam Raya. Nomor rumah paling besar hanya hingga 91 untuk angka ganjil sementara angka genap hanya sampai nomor 128.

 

Bahkan, saat dilakukan penelusuran, seorang warga sekitar membenarkan hal itu. Dia hanya memasang muka bingung saat ditanyakan kantor dengan nomor 153. “Hah? 153? 153 enggak ada. Ganjilnya aja cuma sampai 91. Enggak ada 153. Bohong kali tuh,” ujarnya.

 

Lalu apakah PT Ifani Dewi ini merupakan perusahaan fiktif? Okezone terus melakukan penelusuran untuk mencari keberadaan perusahaan yang diklaim sebagai pemenang tender bus Transjakarta yang bermasalah dengan mendatangi Kelurahan Tebet Barat.

 

Sesampainya di Kelurahan Tebet Barat, rupanya Sekretaris Kelurahan Tebet Barat, Jamal, pun tak mengetahui keberadaan alamat bernomor 153 A. Namun saat ditanyakan apakah ada disekitar lokasi Tebet Barat bernama PT Ifani Dewi, Jamal, mengaku pernah mendengar sehingga dia segera masuk ke ruang pelayanan dan mencari buku yang mencatat alamat PT Ifani Dewi dan akhirnya ditemukan.

 

Dalam catatan Kelurahan Tebet Barat, PT Ifani Dewi merupakan perusahaan pengadaan barang dan jasa dengan pimpinan perusahaan bernama Agus Sudarso. PT Ifani Dewi tercatat menempati rumah kantor (ruko) Jalan Tebet Raya nomor 13 RT 020/01, Jakarta Selatan.

 

Akhirnya, penelusuran dilanjutkan hingga menuju Jalan Tebet Raya dan berhenti di depan ruko yang bernomor 11A dengan harapan bisa menemukan nomor ruko 13 seperti yang tercatat di kelurahan. Tapi perjuangan mencari kantor PT Ifani Dewi belum berakhir lantaran saat mencari informasi keberadaan perusahaan tersebut kepada seorang satpam, dia tidak mengetahuinya.

“Eh dimana nomor 13? Di sini kan jajaran nomor 11. PT Ifani Dewi enggak tahu yang mana. Di sini perusahaannya banyak soalnya,” ucapnya.

 

Tiba-tiba, seorang warga mendekat dan memberitahu tempat yang sedang dicari. “Cari PT Ifani Dewi? Itu tuh,” ujarnya sembari menunjuk ke salah satu arah arah.

 

Ternyata, lokasi perusahaan ini hanya selang satu ruko dari tempat satpam itu bekerja dan berada dinomor 11 L, bukan nomor 13 seperti yang tercatat di Kelurahan Tebet Barat. Lalu bagaimana satpam tersebut tidak tahu PT Ifani Dewi sementara lokasinya berada dekat dengan tempatnya bekerja sehari-hari?

 

Kantor PT Ifani Dewi ternyata tidak memiliki kantor yang terdiri atas puluhan lantai yang menjulang tinggi ke langit. PT Ifani Dewi hanya memiliki satu blok ruko kantor dengan tulisan PT Ifani Dewi menggunakan stiker berwarna biru tertempel rapi di jendela sebelah kiri. Selain stiker nama perusahaan, tertera juga nomor telepon kantor tersebut dan tulisan ‘ankai’ menggunakan stiker berwarna merah. Sementara jendela sebelah kanan tertutup rapat dengan tempelan berbentuk kotak-kotak yang menghiasi penuh jendela sehingga sulit untuk melihat keadaan di dalam kantor. Tidak tampak ada petugas keamanan atau satpam yang menjaga kantor tersebut.

 

Saat Okezone mendekat untuk mengamati, kantor tersebut tampak sepi dan hanya mejeng sebuah motor di dalam lobi kantor PT Ifani Dewi. Okezone pun sempat mengetuk pintu dan menekan bel kantor beberapa kali hingga akhirnya seorang pegawai laki-laki keluar dari arah dalam kantor dan segera membuka pintu. Laki-laki berkulit putih tersebut tersebut hanya mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak, bercelana berwarna coklat muda, serta tidak mengenakan alas kaki.

 

“Iya, ada apa ya? Mau cari siapa?,” ujarnya sembari tersenyum.

 

Keadaan dan kondisi yang janggal dari sebuah perusahaan pemenang tender pengadaan Bus Transjakarta hingga empat paket seperti ini diakui oleh Koordinator divisi investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, sangat janggal. Ucok menilai, pemenang tender yang akan mengelola uang ratusan miliar tidak mungkin hanya berkantor di sebuah ruko.

 

“Kalau alamat sebuah ruko dan memenangkan tiga item pengadaan Bus Transjakarta, ini mengkonfirmasikan kepada publik bahwa pemenang tender tidak masuk akal. Masa mau mengelola uang ratusan miliar berkantor hanya sebuah ruko. Ini salah satu kejanggalan yang dimenangkan perusahaan ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini