Kantor Pemenang Tender Bus Transjakarta Hanya Dihuni 2 Pegawai

Aisyah, Okezone · Rabu 26 Februari 2014 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 26 500 946617 P4eLi9Kalo.jpg Foto: Aisyah (Okezone)

JAKARTA – Kantor PT Ifani Dewi yang beralamat di Jalan Tebet Raya nomor 11 L rupanya jauh dari kondisi bangunan yang megah.

PT Ifani Dewi merupakan pemenang empat paket tender pengadaan bus Transjakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hingga saat ini dinilai masih bermasalah. Saat Okezone melakukan penelusuran lokasi kantor ini, Selasa (25/2/2014), PT Ifani Dewi ternyata hanya dihuni oleh dua orang pegawai.

 

Setelah sebelumnya sempat mengetuk pintu dan menekan bel kantor, seorang pegawai laki-laki keluar dari arah dalam kantor dan segera membuka pintu. Laki-laki berkulit putih tersebut tersebut hanya mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak, bercelana coklat muda serta tidak mengenakan alas kaki.

 

“Iya, ada apa ya? Mau cari siapa?,” tanyanya sembari tersenyum.

 

Okezone pun mengungkapkan maksud dan kedatangan ke PT Ifani Dewi setelah akhirnya dipersilakan masuk untuk menunggu diruang yang mungkin bisa disebut ‘lobi’ kantor meski berukuran sangat kecil. Ukuran ruangan lobi kantor PT Ifani Dewi hanya sekitar 2x3 meter. Saat itu, ada sebuah motor juga yang terparkir di dalam lobi. Pegawai yang mempersilakan masuk pun masuk kembali ke sebuah lorong yang berada disamping tembok.

 

Tak beberapa lama kemudian, salah satu pegawai laki-laki lainnya muncul dari dalam lorong. Pegawai yang berperawakan besar dan bertubuh tambun tersebut mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana hitam dan menyapa ramah.

 

“Sebentar ya. Saya pindahkan motor ini dulu,” sembari memindahkan motor berwarna hitam yang terparkir di lobbi kantor dan menggiringnya masuk ke dalam lorong tempatnya keluar.

 

Saat berkenalan, pria berambut belah tengah itu mengenalkan diri sebagai bagian admin kantor bernama Dedi Setiawan. Dedi mengungkapkan telah bekerja di PT Ifani selama kurang lebih lima tahun. Dedi juga menyatakan perusahaan PT Ifani Dewi hanya satu dan tidak membuka cabang dimana pun.

 

“Saya sudah lima tahun disini. Ya begini, cuma berdua karena sisanya banyak di lapangan. Sekitar 15 orang teknisi Ifani Dewi ada di Badan Layanan Umum Cawang,” bebernya.

 

Sementara itu, sang direktur, Agus Sudarso, hanya berada di kantor pada pagi hari dan pergi ketika menjelang siang. Dedi mengemukakan, sang bos memiliki jadwal rapat yang padat sehingga jarang berada di kantor.

 

“Pak Agus setiap pagi ke sini tapi menjelang siang dia pergi karena ada rapat,” ucapnya.

Meski sudah bekerja selama lima tahun, anehnya Dedi tak mengetahui company profile perusahaan yang dia tekuni. “Enggak tahu. Nanti saja ke Pak Agus,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Koordinator Divisi Investigasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi, menilai kondisi karyawan yang minim seperti itu merupakan kondisi yang tidak masuk akal. Dia menyebutkan karyawan perusahaan yang terdiri hanya di bawah lima orang memperlihatkan perusahaan tidak profesional karena berkaitan dengan sumber daya yang minim.

 

“Sumber daya minim tapi mengapa mau mengelola uang diataas Rp200 miliar. Hal ini wajib ditanya kepada pimpinan lelang. Minim karyawan tapi kok bisa dimenangkan,” ucapnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini