Share

Bus Transjakarta Karatan, Pemenang Tender Yakin Tak Langgar Aturan

Aisyah, Okezone · Rabu 26 Februari 2014 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 26 500 946628 6eLRGyvkkM.jpg Dokumentasi Okezone

JAKARTA – Pihak PT Ifani Dewi, salah satu perusahaan pemenang tender pengadaan Bus Transjakarta, menyatakan proses tender sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

Salah satu staff PT Ifani Dewi, Dedi Setiawan, menyatakan, prosedur pemenang tender sudah dilalui sesuai aturan sejak awal pendaftaran tender. Padahal, sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengungkapkan ditemukan kesalahan prosedur saat penentuan pemenangan tender.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

 

“Insya Allah sudah sesuai prosedur. Kami rasa tidak ada kesalahan prosedural karena kami mendaftar melalui internet dimana jadwal-jadwalnya sudah ditentukan oleh pihak Pemprov DKI,” kata Dedi saat ditemui Okezone di kantornya, di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2014).

 

Dedi menceritakan, mendaftar mengikuti proses lelang pengadaan Bus Transjakarta melalui internet. Setelah itu, pemberitahuan proses selanjutnya diberitahukan melalui internet sehingga selama proses lelang tidak pernah bertemu dengan tim pengadaan barang.

 

“Sampai tanda tangan kontrak dan pemenang diumumkan LPSE, enggak pernah ketemu sama panitia pengadaan. Waktu itu yang tanda tangan kontrak Pak Drajat dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dishub DKI,” terangnya.

 

Dedi juga membantah tertera spesifikasi bus harus berkualitas internasional pada dokumen tender maupun dokumen kontrak seperti yang dipermasalahkan oleh Ahok. Dedi mengungkapkan dalam dokumen tersebut, hanya tertera ‘spesifikasi minimal’.

 

“Tidak ada (bertuliskan berkualitas internasional). Hanya spec minimal. Contohnya panjang kendaraan untuk yang articulated bus maksimal 18 meter. Ada yang minimal ada yang maksimal,” terangnya.

 

Disampaikan Dedi, dalam dokumen tender, persyaratan memang tidak diperbolehkan mengarahkan kepada satu merk sehingga hanya disebutkan dalam dokumen tender persayaratan minimal yang harus dipenuhi para calon pemenang tender.

 

“Enggak boleh mengarahkan ke satu merek, ke Mercy misalnya. Kalau dalam tender itu enggak boleh,” tukasnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini