nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditanya Korupsi Dana Haji, SDA Kikuk

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Kamis 27 Februari 2014 20:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 02 27 339 947765 tXtJfCHNOp.jpg Suryadharma Ali (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), telah melaporkan adanya kejanggalan dalam pengelolaan dana haji periode 2004-2012. Laporan tersebut juga telah disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag, M Jasin.  

 

Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) mengaku belum mengetahui sejauh mana proses penyelidikan tersebut berlangsung. Bahkan ia meminta agar menanyakan hal tersebut kepada Irjen Kemenag, M Jasin.

 

"Saya tidak tahu ya. Jadi, kalau awal pemberitaan itu memang keterangan-keterangan pers dari Irjen dengan mengutip PPATK kan begitu. Saya kira, kalau media mau mendalami silakan ke PPATK dan Pak Jasin," kata SDA di Komplek Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2014).

 

SDA meminta untuk membuktikan bila ada pejabat Kemenag yang melakukan korupsi dana haji di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) melalui Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk membeli mobil mewah seperti yang sebelumnya diungkap M Jasin.

 

"Yah itu harus dibuktikan, apakah betul ada, artinya uang itu uang dikorupsi, atau gratifikasi," katanya.

 

Ketua Umum PPP ini menjamin tidak ada celah untuk melakukan korupsi dana haji. Karena penggunaanya telah dibahas di DPR dan diawasi oleh BPK, KPK dan lain sebagainya.

 

"Saya kira juga tidak ada celah ya, untuk bermain-main dengan uang haji itu. Karena penggunaan setiap sen uang itu dibahas dengan DPR. Setelah dibahas, implementasinya diawasi oleh banyak pihak seperti KPK, BPK, Ombudsman, DPR, DPD, KPHI dan wartawan sendiri. Ini yang mengawasi secara langsung di sana," tutupnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini