nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Misteri Jembatan Panus Depok

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Selasa 04 Maret 2014 05:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 03 03 501 949250 BXhJrkqrv8.jpg (Foto: Marieska/Okezone)

DEPOK - Jika berselancar ke Depok, Anda pasti pernah mendengar tentang Jembatan Panus. Jembatan sepanjang 100 meter tersebut dibangun pada zaman Belanda, sebelum Indonesia merdeka.

 

Jembatan Panus dibuat oleh Belanda dan dikerjakan mandor orang asli Indonesia. Mandor Jembatan Panus saat itu bernama Stephanus Jonathan.

 

Cucu Stephanus, Welly Leander banyak bercerita tentang kisah sejarah dan unsur mistis yang ada di sana. Welly pun diminta untuk mempertahankan tanah dan rumah di area jembatan Panus, tak boleh dijual karena merupakan situs sejarah.

 

"Pembuatannya dulu mandornya Opa saya, bapak dari ibu saya. Stephanus Jonathan. Opa saya bukan keturunan Belanda bukan, penduduk asli Betawi Depok, yang di Nasranikan oleh Belanda, ada 12 orang yang dikasih lahan, tanah untuk berladang, termasuk ini yang saya tempati. Tak akan dijual, karena amanah dari kakek katanya percuma turunannya enggak punya tanah di Depok," katanya saat berbincang dengan Okezone, Senin (03/03/2014).

 

Jembatan Panus terletak di RT 004/07 Kelurahan Depok. Seiring berkembangnya zaman, tak ada perubahan yang begitu berarti dengan jembatan tersebut. Memang ada pembangunan jembatan baru tak jauh dari jembatan Panus, dan dibangun pada tahun 1990-an. Menurut Welly, jembatan Panus dibangun memang begitu kuat dan tak pernah rusak ataupun terkikis.

 

"Kuat karena pembuatannya dari pasir sama semen pakai kapur, pakai batu - batu kali. Tukang - tukangnya pribumi, mandornya di sini yakni Opa saya. Tujuannya memang untuk transportasi antara Depok dua sampai Simpangan untuk akses berdagang, juga ke pasar lama dan Stasiun Depok," jelasnya.

 

Jembatan Panus yang merupakan salah satu situs sejarah, tak lepas dari cerita misteri. Dimulai dari tumbal kepala manusia saat pembangunannya, hingga penampakan seorang wanita berbaju putih pada malam hari.

 

"Memang Belanda tekniknya jauh lebih jago, disitu jembatan itu memang ada tumbal saat pembangunan. Ada yang sengaja dikorbankan, saya memang tak mendengar langsung, tetapi saat kecil saya dengar cerita, ada korban kepala manusia, memang orang Belanda justru unsur mistisnya lebih kuat daripada bangsa kita," paparnya.

 

Namun ada pula kisah misteri dibalik Jembatan Panus. Sekira tahun 1950, seorang wanita bernama Eti diduga patah hati karena diputuskan cintanya oleh seorang pria. Hingga akhirnya Eti melompat dari jembatan ke Sungai Ciliwung.

 

"Dulu ada yang namanya Eti patah hati, perempuan pernah bunuh diri lompat. Sampai sekarang sejak itu katanya ada penampakan seorang wanita pakai baju putih katanya ada yang pernah melihat," ungkapnya.

 

Namun sosok penampakan Eti justru dipercaya sebagai arwah yang baik. Berawal saat tahun 1980an, seorang wanita hendak diperkosa di bawah jembatan Panus. Namun saat hendak disetubuhi, wanita ini mendapatkan bisikan yang dipercaya arwah Eti, agar terjun saja ke sungai. Arwah tersebut berjanji melindunginya.

 

"Sedang banjir - banjirnya saat itu ada wanita mau diperkosa. Cewek yang diperkosa ini dikasih bisikan, sudah kamu enggak usah takut, lompat saja ke kali, saya lindungi kamu. Dari pohon bambu berenang 20 meter telanjang bulat muncul di rumahnya Pak Diding, perempuan itu pun selamat. Langsung lelaki itu dikeroyok warga, dan dibawa ke kantor polisi," tuturnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini