Kata Siapa Setelah Wisuda Mahasiswa Tak Lagi Belajar?

Margaret Puspitarini, Okezone · Selasa 04 Maret 2014 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 04 373 949731 p5hTq297NE.jpg Foto: Dok Okezone.

JAKARTA - Wisuda merupakan prosesi terakhir dari kehidupan perkuliahan. Meski demikian, bukan berarti proses belajar bagi wisudawan tersebut telah berakhir. Sebab, pembelajaran bagi seorang mahasiswa harus dilakukan seumur hidup.  

Pendapat itu yang disampaikan Mifta Damai Riyaningtyas selaku perwakilan mahasiswa dalam wisuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) periode Februari 2014, akhir pekan lalu. Mahasiswa jurusan Administrasi Negara itu mengungkap, para wisudawan harus terus belajar sepanjang hayat.

 

"Akhir pembelajaran di kampus bukan menjadikan untuk berhenti belajar, karena para wisudawan merupakan manusia pembelajar yang terus belajar seumur hidup. Semoga ilmu yang didapatkan bisa menjadi bekal yang bermanfaat untuk mengabdi dan berkontribusi untuk Indonesia,” imbuh Mifta, seperti dinukil dari laman UNY, Selasa (4/3/2014).

 

Prosesi wisuda tersebut diikuti oleh 1.250 mahasiswa yang berasal dari jenjang D-3 hingga S-3. Dalam kesempatan itu, sebanyak 191 mahasiswa dinyatakan cumlaude. Mereka terdiri atas 28 mahasiswa Program Pascasarjana, 36 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), 21 mahasiswa FMIPA, 31 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), 12 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 26 mahasiswa Fakultas Teknik (FT), 13 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), dan 24 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE).

 

Adapun nilai tertinggi wisudawan diraih oleh Bambang Endroyo dari program studi S-3 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Dia meraih gelar doktor dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78.

 

Kemudian pada jenjang S-2, penyandang nilai tertinggi jatuh pada Natalia Ika Prasetyo Kurniawati. Dia meraih gelar master bidang Linguistik Terapan dengan nilai IPK 3,92.

 

Di tingkat sarjana, Mifta Damai Riyaningtyas yang didapuk sebagai perwakilan mahasiswa untuk memberikan sambutan juga dinobatkan sebagai wisudawan S-1 dengan nilai tertinggi, yakni 3,86. Terakhir pada program D-3, peraih nilai tertinggi ialah Danang Wiji Listyanto. Jebolan program studi Teknik Otomotif itu lulus dengan IPK 3,52.

 

Beralih ke lulusan tercepat jenjang S-3 diraih oleh Dr. Zaenal Fanani jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan waktu tiga tahun tiga bulan. Di tingkat S-2, terdapat Melly Handayani yang meraih gelar master bidang Lingustik Terapan dalam waktu dua tahun dua bulan.

 

Predikat serupa di jenjang sarjana diraih oleh Deby Febriyan Eprilianto dari program studi Administrasi Negara yang menamatkan studi dalam tiga tahun empat bulan. Sementara di program diploma, predikat lulusan tercepat jatuh pada Edwin Pranata dari jurusan Teknik Elektro dengan lama studi tiga tahun tiga bulan.

 

Lulusan S-3 termuda dalam wisuda kali itu disandang oleh Dr. Guntur dari jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan yang lulus dalam usia 32 tahun enam bulan. Di tingkat S-2, predikat tersebut jatuh pada Dian Ida Lestari yang meraih gelar master dalam Pendidikan Sains di usia 25 tahun satu bulan.

 

Sementara itu, lulusan tercepat pada jenjang S-1 disandang oleh Korina Wulandari dari program studi Ilmu Keolahragaan dengan usia 20 tahun delapan bulan. Sedangkan di program diploma, predikat tersebut jatuh pada Meliana Eka Wardana dari jurusan Teknik Rias dan Kecantikan pada usia 20 tahun 10 bulan.

 

Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut juga terdapat tujuh mahasiswa penerima Bidikmisi UNY yang menamatkan studi S-1 kurang dari 3,5 tahun. Mereka adalah Deby Febriyan Eprilianto, Suhartini, Evita Rahayu, Rina Susilowati, Dwi Roni, Sri Maida Astuti, dan Ginanjar Winar Putra.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini