nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tahan Tersangka Korupsi Makam Elite di Bogor

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Rabu 05 Maret 2014 19:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 03 05 339 950573 Yr13IpUH55.jpg Johan Budi SP (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Syahrul R Sampurnajaya, tersangka kasus dugaan suap dalam pengurusan tempat pemakaman bukan umum (TPBU) yang berlokasi di Desa Antajaya, Tangjungsari, Bogor, Jawa Barat.

Penahanan ini terkait kepentingan penyidikan yang menjerat mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bogor ini.

"Penyidik memutuskan menahan tersangka SRS, terkait tindak pidana korupsi. TPBU Bogor," ujar Jubir KPK, Johan Budi SP melalui pesan singkat kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (5/3/2014).

Johan menambahkan, Syahrul akan menempati rumah tahanan KPK cabang Pomdam Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan. "Untuk 20 pertama, di Rutan Guntur," sambungnya.

Terkait kasus ini, penyidik juga telah menggeledah ruang kantor Syahrul yang terletak di gedung PT Bursa Berjangka, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28 Februari 2014 lalu.

"Penggeledahan dilakukan di PT Bursa Berjangka di Thamrin, Jakarta berkaitan penyidikan KPK terkait pemberian izin lokasi TPBU di Kabupaten Bogor dengan tersangka SRS," tegasnya.

Selain itu, Johan mengaku, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa dokumen dan uang miliaran rupiah.

"Penyidik telah menyita beberapa dokumen dan juga uang senilai USD200 ribu (sekira Rp2 miliar). Dolar ini ditemukan di ruangan kepala keuangan," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, Syahrul keluar sekira pukul 19.00 WIB dengan menggunakan rompi tahanan khas KPK berwarna oranye. Dia pun langsung digelandang ke Rutan Guntur dengan mobil tahanan KPK.

Sebelumnya, tersangka SRS diduga sebagai pemegang saham PT Garindo Perkasa yang akan menggarap proyek TPBU, sementara Direkturnya telah ditetapkan terlebih dulu sebagai tersangka dalam kasus ini karena memberi hadiah uang kepada Ketua DPRD Bogor, Iyus Djuher.

Sementara itu, Syahrul R Sampurnajaya, diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 atau Pasal 13 Undangundang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terkait kasus TPBU, KPK juga telah menetapkan sejumlah tersangka diantaranya, Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher, pegawai honorer Pemkab Bogor Listo Welly Sabu, PNS Pemkab Bogor Usep Jumeno, Direktur PT Garindo Perkasa Nana Supriatna, dan Direktur Utama PT Garindo Perkasa Sentot Susilo.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini