Kisah Deburan Ombak Pantai Selatan yang Bisa Terdengar dari Puncak Lawu

Bramantyo, Okezone · Sabtu 15 Maret 2014 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 14 510 955402 y8abEPcf70.jpg Gunung Lawu (Foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR - Puncak Lawu masih meninggalkan beragam tanya yang sampai saat ini belum banyak yang terungkap. Cerita yang berkembang di masyarakat lereng Gunung Lawu seakan tiada habisnya.

Sama persis seperti kabut yang sering menyelimutinya, misteri Lawu tetap menggelitik setiap orang yang ingin mengetahuinya. Selain banyak menyimpan misteri, Lawu juga memberi banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. 

Kearifan budaya lokal yang masih dijaga sampai saat ini membuat gunung Lawu tetap terjaga kelestariannya sampai saat ini.

Meski termasuk gunung purba namun ekosistemnya tetap terjaga. Oleh sebab itu gunung yang memisahkan dua provinsi ini dijulukan gunung seribu misteri, seribu jamu (obat), dan seribu bunga pantas di sematkan pada Gunung Lawu.

"Berbagai macam spesies bunga langka ada di sini, termasuk anggrek hitam Lawu yang sangat langka ada di Lawu. Demikian juga banyak tanaman obat juga tumbuh subur di hutan ini," jelas Karwo, juru kunci Gunung Gandul, Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (14/3/2014). 

Gunung yang awalnya bernama Wukir Mahendra ini puncaknya berbentuk datar. Kondisi tersebut disebabkan karena erupsi hebat gunung ini beribu-ribu tahun lalu. Selain itu di puncak Lawu terdapat sebuah sumur misterius terkait dengan Lawu.

Menurut Karwo, sumur di puncak lawu ini bukan sembarang sumur. Konon, sumur Jalatunda ini memiliki alur sampai ke laut selatan.

"Meski namanya sumur namun bentuknya adalah sebuah gua kecil yang disebut Sumur Jolotundo. Gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam lima meter lebih dan berbentuk seperti obat nyamut atau berbentuk seperti spiral," terangnya.

Keberadaan sumur Jalatunda sangat dikeramatkan oleh masyarakat sekitar dan sering di gunakan untuk menyepi. Bentuknya adalah lubang dengan diameter sekitar tiga meter. Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter karena gelap.

Di dalam sumur terdapat pintu goa dengan garis tengah 90 centimeter. Di sini bisa terdengar suara debur ombak pantai laut selatan yang jauhnya mencapai ratusan kilometer dari puncak Lawu.

"Meskipun orang awan sekalipun, bisa mendengar deburan ombak dari sumur tersebut. Bentuknya sih hanya kecil saja. Namun bisa masuk ratusan orang ke dalamnya," terang Karwo.

Selain itu hembusan nafas gunung atau malangbot Lawu ada di Pacitan Jawa Timur.

"Artinya gunung itu memang diam, tapi di dalamnya ada rongga atau lempeng dan berada di Pacitan," jelasnya. 

Kemisterian Lawu sangat banyak. Selain satu-satunya gunung yang memiliki tiga puncak Lawu, yaitu puncak Harga Dalem, Harga Dumiling dan Harga Dumilah, juga terkait jalur pendakiannya. Jalur tersebut dibuka untuk tujuan komersil yakni mempermudah jalur pendakian bagi para pecinta alam.

Namun, sebenarnya pintu masuk ke Gunung Lawu itu melalui Candi Cetho, Ngargoyoso, Karanganyar. Sedangkan jalur pendakian ke puncak lawu saat ini yaitu Cemoro Kandang di Tawangmangu, Karanganyar dan Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur bila diibaratkan rumah,merupakan bagian belakang dapur.

"Khan ada itu tradisi turun temurun nek munggah ki metua lor yen mudhun metu kidul. (jika naik Lawu lewat utara dan turunnya lewat Selatan," ujar Karwo.

Dan satu yang paling menarik dari Gunung Lawu yang membedakan dengan gunung lainnya bila diambil gambar dari sisi manapun atau sudut manapun bentuknya akan tetap sama alias tidak berubah.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini