Share

Gedung Rumentang Siang, Tempat Nongkrong Seniman

Oris Riswan, Okezone · Kamis 20 Maret 2014 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 20 528 958180 yrxvnfDBKj.jpg Gedung Rumentang Siang (Foto: Oris/Okezone)

BANDUNG - Gedung Kesenian (GK) Rumentang Siang di Jalan Baranangsiang, Kota Bandung, Jawa Barat, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang masih bediri kokoh hingga kini. Lokasinya berdekatan dengan Pasar Kosambi.

GK Rumentang dibangun pada zaman kolonial Belanda, tepatnya pada 1925. Saat itu, namanya Rivoli Theater. Sesuai namanya, peruntukan gedung tersebut sebagai tempat pertunjukan opera.

โ€œSetelah Indonesia merdeka pada 1945, gedung ini menjadi bioskop dengan nama Fajar,โ€ jelas Wakil Pimpinan GK Rumentang Siang, Aat Ady Supriatna kepada Okezone.

Kemudian, tempat tersebut berubah fungsi menjadi gedung kesenian pada 1975 dengan nama Gedung Kesenian Rumentang Siang. Saat itu, Gubernur Jawa Barat, Solihin GP, mempersembahkan gedung tersebut untuk digunakan sebagai tempat berekspresi para seniman Kota Bandung.

GK Rumentang Siang merupakan gedung kesenian kedua di Kota Bandung setelah Yayasan Pusat Kesenian (YPK). Hingga kini dua gedung itu masih berfungsi.

Soal nama Rumentang Siang, penyair Wahyu Wibisana lah yang memberikannya. Rumentang Siang berarti rentang-rentang siang dalam bahasa Sunda atau menyambut pengunjung. Namun ada juga yang mengatakan bahwa artinya adalah samar-samar terlihat dari jauh.

Sejak berdiri hingga sekarang, GK Rumentang Siang tidak pernah dirombak secara besar-besaran. Apalagi, bangunan tersebut sudah menjadi cagar budaya.

Meski ada penambahan bangunan untuk kantor, toilet, dan ruang latihan, namun tidak mengubah bentuk aslinya.

Sementara untuk kapasitas, GK Rumentang Siang bisa ditempati 347 penonton. Luas panggungnya sekira 8x12 meter persegi.

Menurut Aat, luas panggung sebenarnya belum memenuhi standar untuk menggelar pertunjukan. Namun, hal itu tidak menjadi alasan.

Dari waktu ke waktu, GK Rumentang Siang pun terus dipakai untuk pementasan, terutama teater. Pengunjungnya saat ini mayoritas adalah para siswa yang diajak oleh pihak sekolah untuk menonton pementasan sarat budaya.

Sementara bila berkaca pada sejarah manis GK Rumentang Siang, sejumlah seniman besar pernah pentas di sana, seperti Arifin C Noer, Nano Riantiarno, Christine Hakim, dan Slamet Rahardjo.

Terkait pengelolaan, GK Rumentang Siang tidak lagi menerima kucuran dana dari pemerintah sejak 2002. Agar GK Rumentang Siang tetap hidup, gedung itu disewakan bagi yang ingin menggelar pementasan.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini