Ekses Penembakan Simpatisan Partai Aceh, Satgas PNA Dikeroyok

Salman Mardira, Okezone · Sabtu 22 Maret 2014 03:55 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 22 340 959045 Nw2e34fuoE.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANDA ACEH - Usai aksi penembakan terhadap simpatisan Partai Aceh, Ahmad Syuib (28), massa diduga pendukung partai lokal itu menyisir lokasi penembakan untuk mencari pelaku. Karena pelaku tak ditemukan, mereka diduga melampiaskan kemarahan dengan mengeroyok dua Satuan Tugas Partai Nasional Aceh (PNA) di Simpang Unimal, Dewantara, Aceh Utara.  

 

Informasi dihimpun Okezone, kejadian terjadi, Jumat (21/3/2014) malam. Mulanya empat Satgas PNA sedang ngopi bareng di sebuah warung kopi Simpang Unimal yang tak begitu jauh dari lokasi penembakan di Gampong Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara. Keempatnya disebut-sebut ditraktir kader Partai Aceh yang juga teman mereka.

 

Di tengah asik ngopi, tiba-tiba sejumlah orang diduga simpatisan partai yang sedang mencari pelaku penembakan Ahmad Syuib mendatangi keempat pemuda tersebut. Mereka seketika mengamuk.

 

Dua orang diantaranya berhasil lolos. Kader Partai Aceh yang mentraktir mereka ikut melarikan diri saat melihat massa mengamuk. Nahas, dua Satgas PNA yang gagal kabur menjadi objek amukan massa hingga kritis.

 

Kedua korban yakni Armia dan Tauhid, Warga Pulo Glee, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena pukulan.

 

Aparat kepolisian yang turun ke lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara. Massa berhasil dihalau. Namun hingga kini belum diperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian resort Kota Lhokseumawe.

 

Informasi diperoleh dari beberapa sumber menyebutkan, Ahmad Syuib, warga Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara yang terkena tembak dalam iring-iringan konvoi Partai Aceh di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, Gampong Ulee Pulo, Dewantara hingga kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit PT Arun, Kota Lhokseumawe. Sejumlah rekan korban dan massa Partai Aceh masih berkumpul di rumah sakit tersebut.

 

Sementara polisi mulai disebar untuk mencari pelaku penembakan. Aksi penembakan terhadap simpatisan Partai Aceh ini menambah deretan panjang kasus kekerasan menjelang pemilu yang terjadi di Provinsi Aceh.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini