Share

Pelaku Seks Aktif, Remaja Rendah Pemahaman Reproduksi

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Senin 24 Maret 2014 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 24 373 959970 QJNEfLp3c6.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)

JAKARTA - Remaja dinilai sebagai pelaku seks yang aktif. Namun demikian, mereka masih memiliki pemahaman yang rendah tentang kesehatan reproduksi. Hal ini pun menjadi salah satu sasaran Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 untuk pembangunan penduduk usia remaja.

Demikan hal tersebut disampaikan oleh Mugia Bayu Raharja dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kependudukan Ketua Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Target dari Millennium Development Goals (MDGs) adalah menurunkan angka melahirkan pada usia remaja. Laporan UNFPA pada 2007, setiap tahun 14 juta remaja wanita usia 15-19 tahun di dunia diperkirakan mengalami kehamilan, dan 70 ribu di antaranya meninggal ketika melahirkan.

Dia mengatakan, analisis lanjut hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa persentase remaja perempuan usia 15-19 tahun yang sudah melahirkan dan hamil anak pertama mencapai 9,5 persen.

"Hasil dua SDKI tahun terakhir menunjukkan ASFR 5-19 masih tinggi, yaitu 51 pada SDKI 2007 dan 48 pada SDKI 2012," ujar Bayu di Kantor BKKBN, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (24/3/2014).

Dari permasalahan tersebut, diperlukan penelitian lanjutan untuk mempelajari dan mengetahui pola dan perbedaan fertilitas remaja di Indonesia, serta menghitung besarnya pengaruh masing-masing karakteristik terhadap fertilitas remaja di Indonesia.

"Yang mempengaruhi fertilitas adalah perkawinan, kontrasepsi, aborsi dan ketidaksuburan karena menyusui. Di samping itu, fertilitas juga dipengaruhi oleh beberapa variabel demografi dan sosioekonomi," pungkas dia.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini