Share

14 Tahun di Senayan, Fatwa: Saya Masih seperti yang Dulu

Susi Fatimah, Okezone · Selasa 25 Maret 2014 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 25 158 960446 qRqCDbaL0B.jpg AM Fatwa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nama AM Fatwa mulai dikenal masyarakat karena kenekatanya "melawan" pemerintahan era orde baru. Orasinya ditiap demo yang menentang kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat dilakukan pria asal Bone, Sulawesi Selatan itu tanpa rasa takut. Ancaman, penindasan, bahkan tekanan sudah biasa dia rasakan.

Keluar masuk rumah sakit dan penjara juga pernah dialaminya. Terakhir, dia pernah dituntut seumur hidup karena kasus Lembaran Putih Peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984 dan orasi-orasi politiknya yang kritis terhadap Orde Baru. Fatwa muda pernah mengalami dinginnya jeruji besi selama 12 tahun. Hingga akhirnya dia diberbaskan secara bersyarat.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Meski masih berstatus narapidana, Fatwa yang pernah menjadi staf khusus Menteri Agama Tarmidzi Taher itu bersama Amien Rais menggulirkan gerakan reformasi hingga akhirnya Presiden Soeharto lengser dari jabatannya pada 21 Mei 1998.

Sejak saat itu, Fatwa mulai malang melintang diberbagai jabatan politik. Dia pernah menjadi deklarator sekaligus Ketua DPP PAN periode 1998-2005, Wakil Ketua DPR RI (1999-2004), Wakil Ketua MPR RI (2004-2009), anggota DPD RI/MPR RI (2009-2014), dan saat ini dia menjadi Wakil Ketua MPP PAN (2005-sekarang) dan Ketua Badan Kehormatan DPD RI (2012-2014).

Meski sudah malang melintang di dunia politik tanah air, Fatwa menegaskan tidak ada yang berubah dari dalam dirinya. Dia masih tetap kritis dan "garang" seperti ketika muda dulu.

"Dulu memang perjuangan saya di bawah, sekarang saya merasakan di atas ada sistem yang mengatur. Ibarat pertandingan tinju ada ringnya. Insya Allah 14 tahun saya duduk di Senayan, saya masih tetap seperti yang dulu. Cuma bedanya saya tidak lagi teriak-teriak di jalan," kata Fatwa saat berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone beberapa waktu lalu.

"Dulu saya melawan kebijakan penjualan Indosat sampai memanjat pagar, sekarang tidak lagi," katanya.

Kata Fatwa, saat ini, cara dia menyampaikan kritik atas kebijakan yang tidak pro rakyat dengan berkirim surat ke berbagai instansi yang dianggapnya kurang tepat, tak terkecuali kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan, lulusan Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas 17 Agustus Surabaya itu pernah mendapat rekor Muri. "Saya dapat rekor MURI sebagai senator yang paling tinggi berkirim surat

kepada presiden. 12 kali saya berkirim surat. ke SBY," tuturnya.

Lebih lanjut Fatwa mengatakan, tidak mudah untuk menjadi orang yang kokoh di politik. Beruntung, dia memulai karirnya dari penjara, bukan sebaliknya.

"Saya politisi yang memulai dari LP Cipinang lalu ke Senayan, sementara teman-teman saya dari Senayan ke Cipinang," katanya.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini