Share

Pemuda Jangan Terpengaruh Bias Media

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Selasa 25 Maret 2014 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 25 373 960355 YDtCYNLR4J.jpg Anggota Australia Indonesia Youth Association (AIYA) saat perkenalan. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)

PERTH - Era globalisasi menuntut kesiapan pemuda menghadapi komunitas dan persaingan global. Karenanya, kita perlu mengenal baik negara lain, khususnya yang bertetangga dengan Indonesia.

Perbedaan budaya dan bahasa sebenarnya bukan masalah utama. Menurut anggota Australia Indonesia Youth Association (AIYA) Natrisha Bartnett, ada hal lain yang perlu diperhatikan pemuda dunia dalam memahami negara lain.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Dia adalah bias yang diciptakan media melalui berbagai pemberitaan tentang negara tertentu. Bias ini akan mengaburkan pandangan kita tentang negara dan masyarakat negara tersebut sesungguhnya," kata Natrisha, menjawab pertanyaan Okezone dalam networking meeting, di Konsulat Jenderal RI di Perth, Australia, Senin, 24 Maret malam.

Media, menurt Natrisha, berperan banyak dalam menciptakan persepsi publik, termasuk kalangan anak muda. Sebab, fokus pemberitaan media adalah isu-isu masa kini, bukan aspek positif dalam kehidupan suatu negara. Dan seringnya, cara pandang yang terbangun ini adalah persepsi yang keliru.

"Padahal, orang-orang dari latar belakang berbeda seharusnya bisa belajar satu sama lain dan mengenal lebih baik," tuturnya.

Untuk itulah, dalam kaitannya dengan hubungan antarpemuda Indonesia dan Australia, Nartisha dan AIYA giat menebarkan berbagai informasi dan pemahaman yang benar tentang kedua negara. Dia optimistis, kedua negara memiliki banyak potensi untuk membangun dan meningkatkan hubungan orang ke orang.

"Kita bisa melakukannya melalui pertukaran budaya, beasiswa dan mengumpulkan pemuda dari kedua negara dalam satu forum bersama," tuturnya.

Berbagai kegiatan AIYA, kata Natrisha, memberi kesempatan pemuda Indonesia dan Australia dalam bekerja bersama dalam suatu proyek regional maupun global. Khususnya dalam suasana tidak mengenakkan antara kedua negara akhir-akhir ini, adalah semacam kewajiban bagi AIYA untuk ikut memperbaiki suasana.

Proyek AIYA dalam waktu dekat adalah sebuah pagelaran fesyen Indonesia. Mengapa fesyen?

"Melalui fesyen, kami ingin membangun citra yang lebih baik dan modern tentang budaya Indonesia. Dengan begitu, orang bisa mendapat pengetahuan baru tentang Indonesia dan sisi kontemporer dari negara yang berkembang sangat cepat ini," imbuh Natrisha.

AIYA merupakan lembaga yang menghubungkan, menginformasikan, dan menginspirasi pemuda Australia dan Indonesia untuk belajar tentang diri sendiri dan negara mereka satu sama lain. Dengan kata lain, AIYA menjembatani kesenjangan (gap) antara pemuda kedua negara.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini