Ketua KPK Beri Kuliah di Unnes

Margaret Puspitarini, Okezone · Rabu 26 Maret 2014 22:17 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 26 373 961227 1tjSADXdTw.jpg KPK diskusi pemberantasan antikorupsi di Unnes. (Foto: dokumentasi Unnes)

JAKARTA - Perilaku korupsi yang menjamur di Tanah Air membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, tidak terkecuali kampus yang menjadi pencetak generasi penerus. Universitas Negeri Semarang (Unnes) pun tidak lepas dari program tersebut.

Dalam seminar nasional bertajuk "Upaya Pemberantasan Korupsi di Indonesia" itu, Ketua KPK Abraham Samad mengaku prihatin perilaku korupsi yang seakan-akan tidak pernah berhenti. Selain bentuknya yang semakin beragam, pelaku korupsi pun semakin luas, hingga yakni mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

"Seharusnya masyarakat Indonesia makmur karena sumber daya alam dan ekonomi Indonesia sangat kuat. Namun sampai sekarang masih menjadi negara berkembang yang masyarakatnya belum sejahtera karena masih banyak korupsi di berbagai bidang, termasuk tiga bidang strategis, yaitu sumber daya energi, ketahanan pangan, dan ekonomi perpajakan. KPK menangani pula tiga bidang tersebut," ujar Abraham, seperti dikutip dari situs Unnes, Rabu (26/3/2014).

Menurut Abraham, pada awalnya pemberantasan korupsi di Indonesia lebih menekankan pada pemberantasan korupsi. Namun di tengah upaya itu terus terjadi korupsi sehingga KPK saat ini mengintegrasikan pemberantasan (represif) dan pencegahan (preventif) secara bersamaan.

"Budaya antikorupsi harus dibudayakan pada kehidupan sehari-hari masyarakat dari usia dini. KPK melihat dunia perguruan tinggi (PT) sangat strategis dalam menyuarakan pendidikan antikorupsi pada masyarakat," imbuhnya.

Seminar tersebut juga menyoroti makin lunturnya budaya orang Indonesia yang semakin tidak malu akan tindakan korupsi. Saat ini, koruptor tidak lagi merasa malu dan bersalah atas segala tindakan mereka yang berdampak sangat buruh bagi masyarakat Indonesia. Mereka bahkan tersenyum dan terlihat santai ketika keluar dari KPK.

Sementara itu, Rektor Unnes Fathur Rokhman mengungkap, Unnes ingin menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi pelopor bidang gerakan antikorupsi di negeri ini. Civitas academica yang menonjolkan konservasi ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi taat asas dalam administrasi maupun bidang-bidang lain dalam proses belajar mengajar.

"Sejauh ini Unnes telah menjalin kerja sama dengan KPK soal pemberantasan korupsi. Salah satu prinsip kerja kami adalah taat asas. Kami akan patuh regulasi-regulasi Kerja sama dengan KPK dijalin agar kami tetap menjaga prinsip tersebut," urai Fathur.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini