Banyak Pelajar Jadi PSK untuk Penuhi Kebutuhan

ant, · Senin 31 Maret 2014 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 31 340 963353 uDCBxt12H4.jpg

PANGKALPINANG - Tokoh perempuan Bangka Belitung, Nurmala Dewi Hernawati mengungkapkan kasus seks bebas anak di bawah umur di provinsi itu cukup tinggi akibat kurangnya pengawasan orang tua.

"Kasus seks bebas yang sering terjadi selain karena kurangnya pengawasan orang tua juga akibat faktor gaya hidup mewah, sehingga juga banyak pelajar yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) guna memenuhi kebutuhan mereka," ujarnya di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan, mucikari para pelajar yang menjadi PSK terkadang adalah teman sekolahnya sendiri. "Ini sudah banyak terjadi di Bangka Belitung. Para pelajar yang menjadi mucikari dan menjual temannya tersebut biasanya langsung dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," katanya.

Dia menyebutkan, selama tahun 2013 laporan yang masuk ke Yayasan Nur Dewi Lestari mencapai 17 kasus dan rata-rata dilakukan oleh anak-anak di bawah umur dan dalam hubungan pacaran.

"Setiap laporan yang masuk langsung kami proses dengan memanggil kedua belah pihak untuk diberikan pembinaan supaya tidak mengulangi perbuatan mereka lagi," ujarnya.

Menurut dia, untuk mengatasi kasus tersebut peran orang tua dan guru di sekolah sangatlah penting, dimana mereka harus peka terhadap segala kegiatan anak-anaknya baik di rumah maupun di sekolah.

"Orang tua juga harus bisa membatasi anak-anaknya untuk tidak keluar rumah pada malam hari terutama anak perempuan, karena pergaulan sangat berpengaruh terhadap tingkah laku anak-anak," jelasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini