Unnes Siapkan 180 Petugas untuk Pindai 1,5 Juta LJUN

Margaret Puspitarini, Okezone · Senin 14 April 2014 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 14 560 969966 1QL4psz39b.jpg Unnes akan mengerahkan 180 petugas untuk memindai 1,5 juta LJUN. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Pada hari ini, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA resmi digelar. Dalam ajang tahunan tersebut, perguruan tinggi pun ikut ambil bagian dengan menjadi tempat pemindaian bagi lembar jawaban UN (LJUN).

Salah satu perguruan tinggi yang mendapat tanggung jawab tersebut ialah Universitas Negeri Semarang (Unnes). Memenuhi tugas ini, Unnes akan mengerahkan 180 petugas untuk memindai 1.496.272 lembar jawab Ujian Nasional (UN) SMA/SMK.

"Mereka akan mengoperasikan 23 alat pemindai dengan teknologi image scanning dan opscan," ungkap Rektor Unnes Fathur Rokhman selaku penanggung jawab pengawasan dan pemindaian UN SMA/SMK 2014 di Jawa Tengah, seperti dinukil dari situs Unnes, Senin (14/4/2014).

Alat pemindai itu, lanjutnya, memiliki kecepatan pindai 60 lembar per menit atau satu lembar per detik. "Para petugas itu akan bekerja nonstop siang-malam. Mereka bertugas dalam tiga shift," katanya.

Dengan alat dan sistem pengerjaan ini, Fathur menjamin, pemindaian akan selesai tepat waktu. Pihaknya memperhitungkan, enam hari saja sudah selesai.

"Kami bertekad untuk kembali menjadi yang tercepat dalam mengirimkan hasil pindai sebagaimana tahun lalu," urai Fathur.

Dia menyatakan, begitu selesai ujian, setiap hari, LJUN dari berbagai kabupaten/kota dikirim ke Unnes. Setelah pemberkasan, LJUN pun langsung dipindai.

Tidak hanya itu, Fathur pun mengingatkan para pengawas yang bertugas, baik di dalam kelas, satuan pendidikan, maupun koordinator pengawas kabupaten untuk melakukan deteksi dini terhadap setiap kemungkinan kecurangan. Mereka yang terbukti melakukan kecurangan, kata Fathur, akan di-blacklist untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).

"Peserta UN yang terbukti melakukan kecurangan akan kami rekomendasikan untuk tidak diperhitungkan dalam seleksi masuk ke perguruan tinggi. Baik Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), maupun seleksi mandiri. UN jujur dan berprestasi, itu yang meski kita kedepankan," imbuhnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini