Merasa Dicurangi, Golkar Bali Klaim Kehilangan Ribuan Suara

Rohmat, Okezone · Rabu 16 April 2014 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 15 340 970931 rle7B2txm1.jpg ilustrasi (Okezone)

DENPASAR - DPD Partai Golkar Bali meyakini ada kecurangan dalam proses penghitungan suara sehingga hasil pemilihan legislatif partainya berkurang jauh mencapai ribuan suara yang jatuh ke caleg partai lain.

Merasa dicurangi, Golkar melaporkan hal itu ke Bawaslu Bali sembari membawa seabrek dokumen dan bukti formulir D, rekapitulasi dari tingkat desa yang dinilai terjadi banyak kesalahan fatal dalam penjumlahan perolehab suara caleg.

"Di TPS 11 Abianbase, Kecamatan Mengwi, terjadi kesalahan penjumlahan dan penggelembungan suara, dari perhitungan kami di TPS itu hanya dapat tujuh suara, namun caleg Partai Demokrat mendapat 84 namun ditulis 184 sehingga ada penggelembungan suara," sebut Sekretaris DPD Partai Golkar Bali Komang Purnama saat mendatangi Bawaslu, Selasa (15/4/2014) malam.

Kecurangan lainnya kata dia, terjadi di Kabupaten Klungkung, jumlah suara caleg Golkar seharunys 46 ditulis 29. Juga, ada penggelembungan suara untuk caleg partai lain dan seterusnya, di mana data-data kecurangan masih dalam proses pengitungan tim relawan Golkar di bawah.

"Ada perolehan suara caleg kami dijumlahkan sebesar 96 suara ditulis 48 suara sehingga suara kami berkurang," katanya didampingi Wakil Ketua DPD Erwin Siregar.

Dia meyakini, di hampir semua kebupaten dan kota terjadi kesalahan penghitungan perolehan suara yang kemungkinan besar disengaja untuk menggerus suara partai beringin. Sebut saja, di Bungkulan (Buleleng), Melaya (Jembrana), Badung dan masih banyak lainnya kemungkinan terjadi kecurangan dan pelanggaran.

Purnama mengklaim dari perhitungan sementara jika melihat cara-cara kesalahan penjumlahan maka ribuan suara caleg Golkar banyak yang hilang dan jatuh ke partai lain.

Untuk itu, pihaknya melaporkan temuan itu ke Bawaslu agar ditindaklanjuti. Laporan diterima anggota Bawaslu Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Nyoman Sunadra. Diharapkan, BAwaslu  bisa mengeluarkan rekomendasi agar dilakukan penghitungan suara ulang di TPS yang bermasalah tersebut.

Sunadra menyatakan, laporan tersebut sudah diterima dan dikaji untuk tindaklanjutnya. Melihat laporan yang disampaikan dengan bukti yang ada, maka dugaannya terjadi kesalahan dalam proses penjumlahan atau penghitungan di tingkat desa.

Sesuai mekanisme pelaporan yang disesuaikan dengan locus delicti atau tempat kejadiannya, maka terjadi di tingkat desa sehingga penanganannya agar ditangani di tingkat PPS.

"Kalau terjadi salah hitung, ya bisa dilakukan dengan mengkoreksi di mana terjadi kesalahan namun jika sudah sampai ke kecamatan bisa lewat rapat pleno untuk mervisi kesalahannya," jelasnya.

Hanya saja kata dia, jika dalam penelusurannya, kesalahan penghitungan jumlah suara itu ada unsur pidananya atau kesengajaan, maka hal itu akan ditindaklanjuti penanganan sebagai pidana pemilu untuk diteruskan ke kepolisian.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini