Puluhan Suaranya Hilang, Caleg di Padangsidempuan Protes

Risna Nur Rahayu, Okezone · Rabu 16 April 2014 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 16 340 971089 Xx8d6nKay1.jpg

PADANGSIDEMPUAN - Seorang calon anggota legislatif (caleg) di Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara, Khoiruddin Nasution, mengaku kehilangan puluhan suara di satu tempat pemungutan suara (TPS). Ia mendesak badan pengawas pemilu (bawaslu) setempat bertindak atas dugaan kecurangan tersebut.

 

Khoiruddin mengklaim kehilangan sebanyak 30 suara di TPS 17 Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidempuan Selatan.

Saat penghitungan suara di tingkat TPS yang dilakukan oleh petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), ia memeroleh 37 suara, namun sesampainya di kelurahan, perolehannya hanya tinggal tujuh suara.

“Saya minta penyelenggara berlaku jujur dan adil dalam menjalankan tugasnya, jangan mencurangi caleg dengan mengubah hasil rekapitulasi di tingkat TPS. Saya harap bawaslu menindak panwas yang terlibat,” ujar Khoiruddin kepada wartawan.

Dugaan kecurangan itu pun sudah dilaporkannya ke panitia pengawas pemilu (panwaslu) kecamatan, panwaslu kabupaten, Bawaslu Sumut, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Khoiruddin merupakan caleg Partai Demokorat nomor urut I untuk Daerah Pemilihan (Dapil III) meliputi Kecamatan Padangsidempuan Selatan.

Pengakuan Khoiruddin atas jumlah suara yang diperolehnya pun dibenarkan oleh Ketua KPPS 17 Kelurahan Ujung Padang, Maddian. “Dari hasil penghitungan ada 37 suara. Saya tidak tahu kalau berubah saat tiba di kelurahan,” aku Maddian.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Padangsidempuan Selatan, Ihsan Hidayat, mengaku akan tetap berpatokan pada hasil penghitungan suara di tingkap TPS. Ia tak menampik adanya perubahan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPPS di TPS dengan Panitia Pemugutan Suara (PPS) di kelurahan.

“Memang ada perubahan dari hasil penghitungan di TPS dan di PPS, tapi kami saat rapat di tingkat kecamatan mengacu kepada hasil awal yang ada di TPS,” jelasnya.

Ia menduga perubahan suara terjadi lantaran adanya kesalahan penghitungan (human error). Tapi tak menutup kemungkinan, adanya permainan oknum petugas penyelenggara pemilu. “Mungkin human error dan bisa juga ada oknum yang ikut bermain dan kesalahan ini sudah saya sampaikan ke KPU,” akunya.

Kecurangan Pileg 2014 di Padangsidempuan ternyata tidak hanya dialami Khoruddin Nasution. Banwaslu Sumatera Utara mencatat sejumlah kecurangan lain, di antaranya praktik politik uang. “Bawaslu sudah turun ke Padangsidempuan dan ternyata sangat banyak kecurangan yang terjadi di sana,” kata Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan.

Ia menyarankan kepada para caleg yang merasa dicurangi atau dirugikan untuk segara melapor ke panwas setempat atau langsung ke bawaslu agar kasusnya segera ditindaklanjuti. Ia pun mengimbau petugas penyelenggara pemilu di tiap tingkatan dan panwas di daerah untuk melaksanakan tugas dengan baik sesuai aturan.

 

Jika terbukti melakukan kecurangan, penyelenggara pemilu bisa diberi sanksi pidana dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun sesuai dengan Pasal 298 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Tindak Pidana Pemilu.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini