nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kondisi Candi Peninggalan Majapahit Memprihatinkan

Pramono Putra, Jurnalis · Minggu 20 April 2014 14:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 04 20 522 972954

SIDOARJO - Persoalan klasik terus mendera benda-benda purbakala yang memiliki nilai historis tinggi. Candi Dermo yang merupakan situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Candi Negoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, kurang terurus sehingga mulai ditinggalkan wisatawan.

 

Jika sebelumnya bangunan bersejarah ini sempat ramai dikunjungi pengunjung untuk wisata sejarah, namun kini sudah sepi pengunjung karena kondisinya yang tidak terurus. Kendati demikian, candi dengan ketinggian 13,5 meter yang menghadap ke timur dan barat ini tampak masih kokoh meski beberapa bagian yang terbuat dari batu bata merah banyak yang keropos dimakan usia.

 

Dilihat dari bentuk bangunannya, candi ini memiliki karakter agama Hindu. Kondisi ini tampak dari pintu berundak tinggi yang merupakan salah satu ciri khas candi Hindu. Secara keseluruhan  Candi Dermo ini merupakan gapura yang berbentuk paduraksan, yakni sebuah gapura yang bagian atasnya atau atapnya terbuat dari batu bata.

 

Dalam ilmu kepurbakalaan, Candi Dermo ini mirip dengan Candi Bajang Ratu di Trowulan, Mojokerto. Candi Bajang Ratu atapnya terpisah seolah-olah ditarik ke kanan dan kekiri yang dalam ilmu kepurbakalan disebut Candi Bentar atau Candi Belah.

 

Di bagian samping pintu Candi dermo terdapat sebuah arca batu berbentuk dewi yang membawa Kuncup Padma dan mempunyai sayap. Namun sayang patung ini sudah tidak dapat dikenali karena beberapa bagian hilang.

 

Beberapa batu yang berbentuk fragmen Arca Burung Garuda sebagian juga sudah patah. Tetapi masih terlihat bagian kepala dan sedikit bahu serta sayap kanan dan kiri. Batu ini menggambarkan garuda dan di atasnya terdapat Guci Amerta.

 

Berdasarkan catatan sejarah, Belanda sempat merenovasi bagian candi yang rusak. Namun sayang, perbaikan ini justru merusak bentuk keaslian dari Candi Dermo.

 

Menurut penjaga candi, Anang Hermawan, dulunya candi ini berfungsi sebagai pintu gerbang menuju bangunan suci. Bangunan suci ini diduga merupakan tempat pemujaan raja Majapahit pada waktu itu. Seiring berjalannya jaman, bangunan suci itu kini sudah tidak ada karena rusak.

 

Meski pemerintah melalui Balai Besar Peninggalan Purbakala  Jawa Timur berencana melakukan renovasi, namun faktanya hingga kini belum terbukti. Candi masih dibiarkan mangkrak tanpa adanya perawatan yang berarti.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini