nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tetap Divonis 16 Tahun, LHI Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Mustholih, Jurnalis · Jum'at 25 April 2014 17:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 04 25 339 975900 qgsNgOSU99.jpg Luthfi Hasan Ishaaq (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, berkeberatan atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Pengacara Luthfi, Sugiharto, menyatakan putusan tersebut dirasa kliennya sebagai putusan yang tidak adil.

"Kami melihat ada perlakuan berbeda terhadap nilai keadilan. Pihak yang didakwa pemberi dari Indoguna, dihukum tiga tahunan, sementara ustadz LHI yang secara faktual tidak pernah menerima apapun dari Indoguna, dìhukum jauh lebih berat yaitu 16 tahun, apakah adil?," kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (25/4/2012).

Sugiharto mengaku akan segera berkoordinasi dengan Luthfi atas putusan tersebut. "Insyaallah, Senin," ujar dia menambahkan.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara kepada Luthfi Hasan Ishaaq terkait kasus pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

"Putusannya dikuatkan, tetap 16 tahun," kata humas Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Ahmad Sobari.

Putusan ini menguatkan putusan tingkat pertama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kepada Luthfi Hasan. Hakim Pengadilan Tinggi, Marihot Lumban Batu mengetok palu untuk vonis Luthfi pada16 April 2014 lalu.

Di Pengadilan Tipikor, Luthfi Hasan Ishaaq terbukti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang secara bersama-sama. Ia dinyatakan terbukti menerima suap total Rp1,3 miliar melalui Ahmad Fathanah dari Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini