Kasus Korupsi Dana Bansos, Kantor DPKAD Pemkot Bandung Digeledah

Tri Ispranoto, Okezone · Senin 12 Mei 2014 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 12 526 983739 0ekXMjmfax.jpg Petugas Kejari Bandung geledah ruang DPKAD (Foto: Tri/Okezone)

BANDUNG - Petugas Sie Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung menggeledah Kantor Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemerintah Kota Bandung. Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi dana hibah Bansos Pemkot Bandung.

Kasie Pidsus Kejari Bandung, Rinaldi Umar, mengungkapkan, kedatangannya bersama 10 anggota Kejari Bandung bertujuan untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan dana hibah Bansos Pemkot Bandung tahun anggaran 2007, 2008, dan 2012.

“Sebagian besar dokumen yang kami perlukan sudah ditemukan. Penyelidikan ini terkait dengan tersangka EM yang kami tangkap beberapa waktu lalu,” kata Rinaldi, Senin (13/5/2014).

Berdasarkan pantauan Okezone, penggeledahan dilakukan sejak pukul 12.00 WIB di Gedung DPKAD atau lantai III Balai Kota Bandung. Seluruh ruangan di tempat tersebut tak luput dari penggeledahan. Hingga pukul 13.15 WIB penggeledahan masih terus berlangsung.

Seperti diketahui, tim dari Kejari Bandung menangkap EM yang juga ketua sebuah LSM di Kota Bandung pada Rabu 30 April. EM ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus korupsi dana hibah bansos Kota Bandung pada 2012 dengan total kerugian negara sekira Rp4,5 miliar.

EM merupakan salah satu kunci dalam kasus ini. Ia berperan sangat penting dalam mengkoordinir 30 LSM lainnya bersama seseorang bernama Ades (sudah meninggal dunia) yang juga seorang ketua sebuah LSM‎.

Modus yang digunakan adalah mencairkan dana hibah di bank kemudian uang tersebut diberikan kepada beberapa LSM penerima. Selanjutnya EM dan Ades mengambilnya kembali dengan rata-rata satu LSM mendapat hibah Rp150 juta hingga Rp250 juta.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini