Share

Bentuk Poros Ketiga, Demokrat-Golkar Jajaki Koalisi

Misbahol Munir, Okezone · Selasa 13 Mei 2014 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 13 567 984366 wM9nEfEdDY.jpg Dokumentasi Okezone

JAKARTA - Partai Golkar tengah melakukan penjajakan dengan Partai Demokrat untuk membuka kemungkinan poros baru terkait pertarungan Pemilu Presiden 9 Juli nanti.  

 

Menurut Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Tohari, peluang menjadi poros baru di Pilpres nanti sangat mungkin, apalagi ditambah dengan Partai Hanura.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

 

"Dengan Demokrat ada isyarat, diajak membuka komunikasi, kalau ini terjadi kemungkinan dibentuknya koalisi dengan Demokrat, dan ditambah lagi dengan Hanura," jelas Hajriyanto disela-sela diskusi hasil survei Indikator Politik, di Kantor Indikator Jalan Cikini V Nomor 15A Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2014).

 

Menurut dia, bila penjajakan tersebut menemukan titik temu, peluang menjadi poros baru sangat besar. "Kalau itu dibuka, bisa jadi poros ketiga," kata dia.

 

Adanya isyarat untuk koalisi dengan Partai Demokrat baru terjadi dalam pekan ini. "Dalam minggu-minggu ini akan dimulai karena sudah ada isyarat," imbuhnya.

 

Namun, kata dia, ada kendala bagi partai berlambang pohon beringin meski tidak secara langsung dikatakan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaitu ajakan agar para ketua umum menjadi king maker.

 

"Bagi Golkar ada problem, memang tidak tersirat dikatakan oleh Pak SBY, tapi ada ajakan agar para ketua umum menjadi king maker saja. Tentu itu bagi Pak SBY tidak ada persoalaan karena beliau sudah dua kali jadi presiden, tapi bagi Pak Ical itu persoalaan karena Pak Ical belum pernah jadi presiden," tegas dia.

 

Sehingga, kata Wakil Ketua MPR itu, ajakan tersebut sulit diterima oleh Golkar sebagai pemenang kedua dalam Pileg 9 April kemarin. Menurut dia, hingga saat ini Ical tetap memegang amanah sebagai Capres sesuai keputusan Rapimnas.

 

"Ini sebagai penghormatan bagi Rapimnas ARB Capres," pungkasnya.

 

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini