nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mutiara Jadi Korban Buruknya Kinerja Penegak Hukum

Djamhari, Jurnalis · Minggu 01 Juni 2014 17:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 06 01 501 992552 WFxIfTk8IK.jpg

BEKASI - Seorang ibu, Mutiara Papan, menjadi korban kekeliruan penegak hukum dalam bekerja. Mutiara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dalam jabatan.

Kuasa hukum Mutiara, Sri Rahayu, mengatakan Kejaksaan Negeri Bekasi telah memberi petunjuk yang keliru kepada penyidik polisi.

Jaksa M. Noldy Azis mengakui kekeliruannya setelah mendapatkan penjelasan, bahwa Mutiara Papan tidak mempunyai jabatan apapun di PT KBT sehingga tidak bisa dituduh melakukan penggelapan dalam jabatan di perusahaan itu.

"(Jaksa) secara pribadi telah meminta maaf kepada klien kami atas kesalahan, dan kekeliruannya dalam memberikan petunjuk kepada penyidik kepolisian," kata Sri, Minggu (1/6/2014).

Selain tidak memiliki bukti-bukti nyata dugaan penggelapan, pelapor Bahasili Papan juga belum memiliki legal standing sebagai ahli waris dan pemegang saham di PT KBT.

"Status Bahasili dan Mutiara sama, yaitu tidak mempunyai jabatan apapun di PT KBT," tegasnya.

Sebelumnya, Mutiara Papan dan kuasa hukumnya, John Waliry mendatangi Polresta Bekasi untuk menemui Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota Nuredy Irwansyah dan penyidik Herry Apandi danĀ  Sutoyo.

"Klien saya telah dicemarkan nama baiknya berdasarkan Surat Panggilan nomor 1966/V/2014/Resta Bks Kota. Kami menuntut agar status sebagai tersangka yang ditujukan terhadap Mutiara Papan dapat segera dikoreksi," ujar John Waliry.

Pasalnya, kata dia, kesalahan ini merupakan kedua kalinya yang dilakukan oleh penyidik Herry Apandi dan Sutoyo. Kesalahan pertama terjadi pada 30 Agustus 2013. Saat itu penyidik memasang garis polisi pada aset perusahaannya.

Kemudian, diperbaiki Kepolisian dengan mencabut dan melepaskan garis polisi tersebut sesuai Berita Acara Pelepasan pada 2 September 2013 setelah melapor kepada Kapolres.

"Oleh karena itu, Mutiara Papan merasa sangat dirugikan dari kesalahan yang dilakukan berulang kali terhadap dirinya oleh Kasat dan penyidik yang sama," ujar dia.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini