Share

Ahok Akui Kartu Jakarta Pintar Bermasalah

Angkasa Yudhistira, Okezone · Senin 02 Juni 2014 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 02 500 992965 RBtdHFpbj8.jpg Kartu Jakarta Pintar (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menemukan adanya masalah dalam pendistribusian Kartu Jakarta Pintar (KJP). Masalah tersebut terletak pada penyertaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

 

"KJP itu bermasalah, ternyata ada juga orang yang tega nipu. Dulu KJP kan harus buat SKTN. Nah kita enggak mau pakai SKTM dulu. Ini harus diputuskan dulu oleh komite, orang tua, guru kelas, kepala sekolah, baru diputuskan siapa yang layak mendapat KJP. Kalau layak, baru minta SKTM," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (2/6/2014).

 

Ahok menjelaskan, transaksi penggunaan KJP pun akan menggunakan ATM dan tidak bisa sembarang waktu digunakan. "Jadi jangan SKTM dulu, karena nilainya juga kita naikin. Kita udah putuskan pembelian buku tas ya KJP kartu ATM. Itu hanya bisa dibeli waktu Jakarta Bookfair, pameran tahunan biar mereka dapat diskon," jelasnya.

 

Minimnya pengawasan dan perhatian sekolah terhadap muridnya dinilai mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai salah satu alasan yang membuat pembagian KJP bermasalah dan tidak merata.

 

"Ini ada permainan karena sekolah tidak mengontrol. Kita udah temukan ada 27.000 yang tidak melalui prosedur. Mau enggak mau kita tahan (KJP-nya)," tukasnya.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini