Image

Kesulitan Modal, Petani Desak Pembentukan BPR

Nurul Arifin, Jurnalis · Kamis 05 Juni 2014, 15:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 06 05 523 994450 VtVpJ2w4jA.jpg Ilustrasi. Petani menggarap sawah (Foto: Dok Okezone)

SURABAYA - Sejumlah petani di Jawa Timur menuntut kepada Pemprov Jatim untuk membentuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Tuntutan ini menyusul sejumlah petani kesulitan modal untuk menggarap sawah.

 

Perwakilan petani yang juga Kepala Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo Yulien Irma Kartikasari mengatakan, keberadaan BPR Petanian sangat ditunggu masyarakat desa.

 

“Agar pertanian lebih maju, tentu butuh anggaran yang cukup besar. Nah, untuk mendapatkan modal tersebut, keberadaan BPR Pertanian harus dijadikan sebagai salah satu solusi,” tegas Irma.

 

Ia mencontohkan, lahan pertanian di desanya saja mencapai 142 hektare. Lahan itu dikerjakan oleh ratusan kepala keluarga. Karena, kepala keluarga ini menggantungkan hidupnya di sektor pertanian.

 

Agar lahan yang ada tersebut dapat digarap dan difungsikan secara maksimal, sehingga hasil pertanian semakin meningkat, BPR Pertanian nantinya dapat memberikan fasilitan dan pinjaman lunak kepada para petani yang membutuhkan dana.

 

"Selama ini kalau tidak punya dana, para petani memilih membiarkan lahan yang dimiliki atau menjualnya kepada petani lain yang punya uang," jelasnya.

 

Yang terpenting, keberadaan BPK Pertanian ini akan memerangi Bank Tithil yang salama ini bekerliaran ke petani. Terhitung sudah banyak petani yang bangkrut lantaran terjerat hutang dengan Bank Tithil.

 

 “Bagaimana tidak bangkrut, kalau keuntungan yang didapat dari hasil menggarap lahan pertanian ternyata tidak cukup untuk membayar utang. Ini kan sangat ironi. Makanya keberadaan BPR Pertanian mutlak diperlukan,” ulasnya.

 

Senada juga disampaikan Sekretaris Desa Manyar, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan Musyahidin Abdur Rohim. Keberadaan BPR tersebut akan menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para petani, yakni terkait masalah modal.

 

Hanya saja, agar keberadaan BPR Pertanian benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani, Musyahidin berharap bunga pinjaman dibuat serendah mungkin. Selain itu, petani juga harus diberi kemudahan dalam hal agunan yang dijadikan jaminan.

 

"Sosialisasi terhadap para petani harus benar-benar digencarkan oleh Pemerintah, untuk memberikan penyadaran dan pemahaman bahwa keberadaan BPR Pertanian sangat dibutuhkan untuk melindungi para petani," tambahnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini