Banjir Bandang di Afghanistan Sudah Telan Korban 80 Jiwa

Ade Hapsari Lestarini , Okezone · Minggu 08 Juni 2014 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 08 413 995647 QAThVjk01F.jpg Banjir bandang di Afghanistan telan puluhan korban. (Foto: BBC)

KABUL - Lebih dari 80 mayat telah ditemukan setelah terjadi banjir bandang selama dua hari di pegunungan utara dan terpencil Afghanistan. Polisi dan penduduk desa telah terjun langsung untuk menemukan orang hilang.

Helikopter Angkatan Darat (AD) Afghanistan diterjunkan untuk menyiapkan persediaan bagi ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana itu. Demikian seperti dilansir dari BBC, Minggu (8/6/2014).

Letnan Fazel Rahman, kepala polisi di distrik Guzirga i-Nur provinsi Baghlan, mengatakan korban tewas akibat banjir bandang telah meningkat menjadi 81 dari 54 jiwa.

Kemudian 850 rumah di beberapa desa hancur dan lebih dari 1.000 rusak oleh hujan lebat dan banjir. Kondisi ini membuat ribuan orang membutuhkan tempat tinggal, makanan, air dan obat-obatan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Jenderal Mohammad Zahir Azimi mengatakan helikopter AD mengupayakan bantuan di distrik terpencil, yakni 140 kilometer (85 mil) utara ibu kota, provinsi Puli Khumri. Namun, untuk menuju tempat tersebut tidaklah mudah, mereka harus menempun delapan sampai sembilan jam perjalanan darat karena medan yang kasar.

Rahman membeberkan, pihak berwenang setempat telah menerima sekira 100 tenda, beberapa ratus selimut, dan beberapa makanan, tapi itu lebih dari persediaan yang dibutuhkan.

Warga Afghanistan yang tinggal di pegunungan utara sebagian besar telah terhindar dari perang, tetapi tidak asing dengan bencana alam. Bulan lalu, tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras mengubur sebagian besar sebuah desa terpencil di provinsi Badakhshan, wilayah timur laut yang berbatasan dengan China, sehingga menggusur sekira 700 keluarga.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini