nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Buah Delima & Raden Paku Menikah 2 Kali Sehari

Nurul Arifin, Jurnalis · Rabu 11 Juni 2014 13:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 06 11 522 997162 r7XFMXEuze.jpg Makam Mbah Bungkul (Foto: Nurul Arivin/Okezone)

SURABAYA - Berbicara tentang Kota Surabaya tentu tak lepas dari Ki Ageng Bungkul atau yang dikenal sebagai Mbah Bungkul. Para Peziarah yang berkunjung ke Sunan Ampel hampir dipastikan selalu mampir ke makam yang berada di Jalan Raya Darmo ini. Makam Mbah Bungkul berada satu lokasi dengan Taman Bungkul yang dikelola oleh Pemkot Surabaya.

 

Lantas apa kaitannya antara Mbah Bungkul dan Sunan Ampel. Di Kisahkan bahwa Mbah Bungkul bernama asli Ki Ageng Supa dan ketika muallaf namanya berganti menjadi Ki Ageng Mahmudin. Dia mempuanya seorang putri bernama Situ wardah.

 

Suatu hari, Ki Ageng Mahmudin ini berniat menikahkan putrinya namun masih kesulitan untuk mencari siapa pasangan yang cocok. Hingga, akhirnya, Ki Ageng ini berucap sayembara. Uniknya, sayembara itu tidak diumumkan melainkan diucapkan dalam hati.

 

Untuk mencari siapa gerangan jodoh putrinya, Ki Ageng menghanyutkan buah delima di bantaran Kalimas. Saat ini sungai tersebut masih ada yakni berada di kawasan Jalan Darmo Kali. "Siapa yang menemukan buah delima itu, jika laki-laki akan diambil menantu menikah dengan Siti Wardah," begitu kira-kira nazar Ki Ageng Bungkul.

 

Kebetulan di bagian Hilir Kali Mas (saat ini kira-kira berada di Kawasan Jalan Pegirian) seorang santri Sunan Ampel sedang mandi dan menemukan buah delima tersebut. Santri itu kemudian menyerahkan buah delima kepada Sunan Ampel karena sebagai santri sangat terlarang memakan buah yang tidak diketahui asal usulnya. Hingga akhirnya, Sunan Ampel pun menyimpan buah delima tersebut.

 

Keesokkan harinya, Ki Ageng Mahmudin menelusuri sungai dan dijumpai sejumlah santri Sunan Ampel sedang mandi. Ia yakin, yang menemukan buah delima itu adalah salah satu dari santri ini. Hingga akhirnya, Ki Ageng Mahmudin menemui Sunan Ampel untuk menanyakan ikhwal buah delima itu.

 

Ki Ageng bertanya kepada Sunan Ampel apakah ada di antara para santri yang menemukan buah Delima yang hanyut di Sungai itu. Kontan saja, Sunan Ampel menjawab ada. Bahwa yang menemukan adalah Raden Paku. Raden Paku sendiri adalah anak Sunan Giri dan merupakan anggota Wali Songo yang memangku Giri Kedaton, Gresik.

 

Maka Ki Ageng akhirnya menyampaikan nazarnya bahwa yang menemukan buah tersebut harus dinikahkan dengan putrinya, Siti Wardah. Karena nazar bersifat wajib dilaksanakan, maka Raden Paku harus menikah dengan Siti Wardah.

 

Dalam 'Riwayat Surabaya, rek' dikisahkan, sebenarnya pada hari yang sama Raden Paku akan dinikahkan dengan Dewi Murtasiyah yang tak lain adalah putri Sunan Ampel. Hingga akhirnya, pada hari yang sama Raden Paku menikahi dua putri yakni Dewi Murtasiyah pada pagi harinya dan pada petang harinya menikahi Dewi Wardah, putri Mbah Mbungkul. Maka karena hubungan inilah kenapa setiap peziarah yang datang ke makam Sunan Ampel selalu mampir ke makam Mbah Bungkul.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini