Image

Ahok: Penutupan Dolly Beda dengan Kramat Tunggak

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Kamis 19 Juni 2014, 16:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 06 19 500 1001251 wAVKLPOEPi.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Seperti halnya Dolly di Surabaya, Pemprov DKI Jakarta sebelumnya juga pernah melakukan penutupan lokalisasi yang skalanya cukup besar di Kramat Tunggak, Jakarta Utara, pada era kepemimpinan Sutiyoso.

 

Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menilai beda kasus antara penutupan Dolly dan Kramat Tunggak. Pada zaman itu, Pemprov DKI mengambil alih semua lahan yang ditutup, lalu mendirikan Islamic Centre yang cukup megah, sementara Dolly tidak.

 

"Justru saya pikir (penutupan) di Dolly itu bisa sedikit masalah, karena kampung itu tidak dihabiskan. Kalau tidak dihabiskan bisa jadi masalah, nanti mereka mau kerja apa. Kalau Islamic Centre kan beda nih, dihabisin dibangun Islamic Centre, jadi ada sebuah pusat budaya Islam yang baru," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/6/2014).

 

Dengan begitu, lanjutnya, banyak turis yang datang ke sana. Warga pun bisa berdagang untuk dijajakan kepada para turis. "Tadinya jualan untuk PSK, untuk tamunya, jadi jualan untuk turis yang datang ke tempat itu," imbuhnya.

 

Sambung Ahok, keberhasilan penutupan prostitusi di Kramat Tunggak karena seluruh rumah dibongkar habis. "Nah sekarang bisa enggak Pemprov Jatim beli semua rumah di Dolly? Tapi itu hak masing-masing kepala daerah," terangnya.

 

"Bang Yos merobohkan Kramat Tunggak untuk dibangun Islamic Centre karena ada nilai sejarah Islam dan banyak turis datang untuk belajar. Jadi yang dijual sudah berbeda. Kalau tidak bisa dihabiskan akan sulit, karena masih tertinggal rumah-rumahnya dan masih bisa dimanfaatkan," kata Ahok.

 

Karena dirinya masih menjadi kepala daerah, ia pun tak ingin memberikan imbauan terkait penutupan Dolly. "Enggak usah mengimbau, tunggu saya menjadi presiden pasti saya imbau," selorohnya.

 

 

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini